China Trip Day 4 - Xi'an

Oktober 06, 2015 Eka Handa 2 Comments

Kami hanya punya waktu tiga jam untuk mengitari wilayah sekitar tempat menginap, karena sorenya harus melanjutkan perjalananan ke Shanghai. Jam sembilan pagi waktu setempat kami berjalan menuju muslim street Xi'an, disepanjang jalan ini banyak menyediakan makanan halal. Ketika sedang mencicipi beberapa makanan, mata saya tertuju pada seorang pria paruh baya yang berdiri disamping tong sampah yang sudah dipenuhi dengan tusukan sate, kemudian ia membungkukkan badan dan mengambil sisa daging dari tusukan sate, membersihkannya dengan tangan lalu memasukkannya kedalam mulut. Tanpa sadar bulir-bulir air menetes membasahi pipi saya, semangkuk kentang yang ada ditangan kemudian saya gabungkan dengan tahu yang teman saya pegang lalu saya berjalan menuju arah pria tersebut, tangannya gemetaran dan dengan senyum dia menerima dan memakan semangkuk makanan yang saya beri padanya, setelah itu saya berlari menyusul teman saya karena waktu kami sangat singkat jadi tidak bisa berlama lama disana.


Setelah selesai menyusuri Muslim street, kami mengunjungi Great Mosque of Xi'an yang terletak disebelah kiri jalan, pada saat mau sholat, kami dibantu oleh sepasang pengunjung untuk menunjukkan tempat berwudhu tapi sayangnya mereka tidak bisa menunjukkan dimana tempat sholat karena mereka juga datang hanya untuk berkunjung. Terkendala masalah bahasa dan waktu yang mepet karena setelah itu kami harus ke bandara untuk melanjutkan perjalanan menuju Shanghai.

Akhirnya kami batal sholat di Great Mosque, kemudian ibu tersebut bicara pada salah satu pengunjung supaya kami bisa diantarkan ketempat sholat, lalu dia menuntun kami menuju sebuah gang buntu yang sama sekali tidak menunjukkan adanya tempat sholat. Saya sudah berancang-ancang untuk lari sekuat tenaga, setelah itu pria muda tersebut menggedor pintu tapi tak terlihat adanya tanda kehidupan, kemudian ia sedikit mengencangkan suaranya, muncullah sejumlah manusia dari balik jendela dari atas sampai bawah gang tersebut kemudian mereka memberi tahu rumah orang yang memegang kunci mushola, sambutan yang sangat hangat kami rasakan saat bertemu dengan ibu pemegang kunci, matanya menunjukkan semangat karena kami mau sholat ditempatnya.

Setelah selesai sholat, kami sedikit berbincang dengan ibu tersebut, dan alangkah bahagianya dia bertemu dengan kami, disini saya sempat meneteskan air mata kembali karena terharu oleh perkataannya, dia memeluk kami satu persatu dan berkata "Karena ALLAH kalian datang untuk sholat, kita bertemu disini dan saling berpelukan, subhanallah". memang baru sekali kami berjumpa, hanya dengan hitungan menit tapi seolah kami sudah kenal lama, rasanya saya seperti mengunjungi kakak dari ibu saya, sebelum kami beranjak, dia menanyakan apakah kami sudah makan? ayo kita makan.. Dengan berat hati kami berkata, sudah tidak sempat bu, kami harus mengejar pesawat menuju Shanghai *padahal saya sangat ingin mencicipi makanan orang lokal* apadaya.. waktu jua yg memisahkan kami.

Saat pergi kami berjalan kaki, pulangnya kami menaiki san lun che, kemudian mengambil semua barang titipan dan lanjut menaiki bus menuju bandara, karena penerbangan kami malam, jadi sebelum pesawat berangkat, kami mencari makanan halal yang ada dikawasan bandara, dan yang terjadi adalah semua makanan fail dilidah, rasanya ga karuan -____- semua porsi tidak habis dimakan, padahal porsi makanan yang kami beli itu jumbo dari makanan biasa kita di Indonesia. Jadi sebaiknya membawa bekal yang kita beli ditempat lain, ketimbang beli makan di Bandara.

Pssttt didalam pesawat ada cowok impian saya, sweet banget, kurus tinggi keren hehe.. *Saya masih terkenang pramugara tinggi jangkung yang dengan ramah tapi cool membawakan barang saya, aiiihh.. Dia berbahasa china sama saya tapi saya diam aja, trus baru dia pake bahasa inggris* mungkin dikira saya bisa bahasa mandarin, adek melting bang!!

Kami menginap di 24K hotels, disini saya sempat hilang arah saat berjalan sendiri karena lorong dan belokannya banyak seperti labirin, mungkin hotelnya terus mengalami penambahan ruangan sehingga menyebabkan tata letak ruang jadi seperti labirin, setelah masuk ruangan, ternyata kamarnya nyaman dan besar.. malam sudah larut,  selamat tidur ^_^

2 komentar: