Festival Pulau Penyengat 2016

Februari 24, 2016 Hijab Traveller 17 Comments

Hari Pertama (Sabtu, 20 Februari 2016)

Hujan yang mengguyur seluruh Batam tidak menyurutkan langkah saya beserta teman teman Blogger Kepri untuk mengarungi laut menuju pulau Penyengat, karena disana ada perhelatan acara yang bertajuk Festifal Pulau Penyengat yang disingkat menjadi FPP. Pulau ini mempunyai banyak peninggalan bersejarah karena dahulunya menjadi pusat pemerintahan kerajaan Melayu Riau - Lingga. Selain itu, di pulau ini juga terdapat makam sastrawan besar seperti Raja Ali Haji yang terkenal akan falsafah Melayu yaitu Gurindam Dua Belas, selain itu juga terdapat kompleks makam raja serta bangunan bekas pemerintahan jaman dahulu. Sebelumnya saya juga sudah menuliskan tentang FPP disini.

Perjalanan dimulai dari pelabuhan Punggur, dengan merogoh kocek sekitar Rp. 59.000-, kita sudah sampai ke pelabuhan Tanjung Pinang, ibukota provinsi Kepulauan Riau (Kepri). Setelah mengisi perut, kami menyeberang menuju Pulau Penyengat dengan membayar ongkos Rp. 7.000-, sekali jalan, ternyata cuaca tidak berbeda jauh dengan Batam, langit tampak kelabu, sekelabu wajah dua teman Blogger Kepri yang menjadi peserta lomba fotografi FPP yang saya jumpai di Mesjid Penyengat, Mas Danan dan Mas bams. Cuaca yang tidak bersahabat menyebabkan wajah para peserta lomba foto FPP menjadi tampak tidak bersemangat.

Peta lokasi Pulau Penyengat
Masjid Penyengat

Terkadang ALLAH sembunyikan pelangi disebalik hujan, begitu juga dengan cerita kami, walaupun hari pertama ditutup dengan rasa kecewa, Rupanya ALLAH menurunkan hujan dihari Sabtu untuk menunjukkan betapa indahnya hari Minggu ^-^. Hari kedua kami semua merasa senang, saya yang awalnya sudah malas untuk datang tahun depan menjadi bersemangat untuk datang kembali dengan harapan akan ada sesuatu hal yang lebih Wah lagi.
 Agenda acara FPP

Gambaran dalam Masjid Penyengat, foto diambil dari luar

Hari Kedua (Minggu, 21 Februari 2016)

Cuaca dihari kedua lumayan bersahabat, langit biru sudah mulai samar tersibak dibalik awan kelabu. Begitu sampai di Penyengat, kami langsung menuju balai adat dengan berjalan kaki. Ternyata perlombaan menangkap itik yang saya nantikan telah usai, untungnya masih ada perlombaan pukul bantal. Aturan bermainnya adalah dua orang duduk berhadapan diatas sebuah kayu nibung dan saling memukul bantal kearah lawan sampai ada yang jatuh atau bantalnya terlepas dari tangan pemukul, dan dilarang memukul di kepala.
Terlihat salah seorang peserta terjatuh

Sumber foto dari www.dananwahyu.com

Dari sebelah kanan pelabuhan kita bisa menyaksikan perlombaan pukul bantal, diwaktu yang bersamaan disebelah kiri juga kita bisa menyaksikan lomba dayung sampan. Setelah itu kami berjalan menuju lapangan untuk menyaksikan perlombaan layang layang. Hari pun menjelang sore, saatnya kami bersiap siap pulang kembali ke Batam, overall saya cukup senang dengan suasana kemeriahan pada acara FPP.

Hal unik yang bisa dilakukan di Festival Pulau Penyengat.

Dalam Festival Pulau Penyengat, acara yang paling saya nantikan adalah menambat itik. karena itik merasa terancam, pastinya dia akan berenang kesana kemari, lalu peserta akan mengejar itik tersebut untuk mendapatkan hadiah yang terlulis pada kertas dikaki si itik, disitulah kelucuan pada acara tersebut, sayangnya saya datang terlambat, jadi hanya bisa melihat dari hasil foto yang dijepret teman.

Tapi saat saya ketinggalan moment itu, saya tidak sedih, karena bisa meminjam seekor itik untuk diajak berfoto, hehe, cekreeeeekkk, jadilah foto ini. Lumayan lah ya, jarang sekali saya berjumpa sama itik, apalagi buat difoto dengan pose begini ^-^.
Terlambat menyaksikan itik ditangkap ^-^

Selain itu saya juga berkesempatan meminjam layangan bulat yang dimainkan sepasang suami istri yang umurnya sudah 60 tahun lebih tapi masih tetap bersemangat mengikuti acara. Dengan bersusah payah saya berlari mencari angin, dibarengi dengan berbecek ria, akhirnya cekreek, jadilah foto ini ^-^.
Festival layang layang, foto dari mas bamsnektar.blogspot.com ^-^

Setelah itu dilanjutkan dengan jalan santai sambil mencari makanan, kemudian saya diajak berfoto dengan teh Lina, blogger yang mengikuti acara lomba foto di FPP, cekreeekk, jadi lagi foto dengan latar musim semi, hwaaaa, musim semi mentemen ^-^.

Enjoy your day say ^-^ musim semi ala ala


Kritik dan saran

Rasanya sangat dimaklumi jika dalam sebuah acara, apalagi jika acaranya baru pertama kali digelar, begitu juga dengan FPP ini. Dalam hal ini saya berharap semoga tahun depan panitia FPP beserta masyarakat Pulau Penyengat lebih bersemangat untuk menyemarakkan FPP, dalam penglihatan mata saya, hal yang perlu diperbaiki adalah:

  • - Musim angin yang menyebabkan sampah terbawa sampai area pemukiman warga sangat mengganggu, baiknya ada yang membersihkan pada saat acara berlangsung. 
  • - Sebaiknya ada selebaran yang diberikan kepada tamu berupa peta supaya penonton tidak bingung mencari dimana titik lokasi acara.
  • - Segala macam kendaraan yang ada dari pelabuhan Tanjung Pinang menuju pulau Penyengat atau sebaliknya, hendaknya selama acara berlangsung tidak diperbolehkan parkir diatas jalan pelabuhan, selain mengganggu orang yang lalu lalang, jembatan akan menahan beban yang sangat berat.
    Dari kacamata penonton, gelaran acara sebaiknya dilakukan pada saat cuaca sudah tenang dengan latar belakang langit biru, karena pada saat bulan Februari masih berdekatan sama cap go meh yang biasanya selalu hujan.
    Sampah yang terlihat disekitar pelabuhan, menuju gerbang pulau Penyengat
    Kendaraan yang parkir dipelabuhan Tanjung Pinang Menuju Penyengat

    Saya harapkan tahun depan acara Festival Pulau penyengat bakal lebih meriah dari pada tahun ini, Aamiin, diaminin sama seluruh warga se-Kepri ^-^.

    17 komentar:

    1. Aamiin...semoga Tahun depan lebih sukses acaranya..

      BalasHapus
      Balasan
      1. Yuhuuu, semoga tahun depan langitnya biru kak ^-^ biar hasil fotonya keren.

        Hapus
    2. Semoga tahun depan ada perbaikan dan lebih baik dari sekarang.
      Ohhhh ia mbk saya naksir dengan foto layang2 yang mbk pegang dan foto hijab traveller nya keren.

      BalasHapus
      Balasan
      1. Aamiin, semoga tahun depan lebih baik lg, Makasih loh sist udah suka sama fotonya ^-^, sering-seringlah maen kemari

        Hapus
    3. Semoga tahun depan dan tahun-tahun berikutnya FPP bisa lebih meriah lagi.. Dan mudahan tahun depan aku bisa ikut :D

      BalasHapus
      Balasan
      1. Aamiin, diaminin sama warga se-Kepri mb ^-^

        Hapus
    4. Semoga tahun depan dan tahun-tahun berikutnya FPP bisa lebih meriah lagi.. Dan mudahan tahun depan aku bisa ikut :D

      BalasHapus
    5. Ekaaaa duh dari kemaren upload foto di Google drive buat share ke Eka gagal terus. Lalu hari ini quota internet di rumah habia pula. Ada foto Eka yang cakep bawa layangan spinner itu loh. Ntar aku share di grup aja deh.

      BalasHapus
      Balasan
      1. Aaaawww, foto cakep, duuuhh, makasih ya, teteh baik banget, foto lain nyusul ga papa deh ^-^

        Hapus
    6. Bapak yg duduk depan mesjid itu yg marahin aku karna pake celana pendek *tutup muka pake bantal*

      BalasHapus
      Balasan
      1. Wkkkk, next klo datang kesana pake celana pendek, spare sarung yah sist ^-^

        Hapus
    7. Balasan
      1. Hehehe, soalnya acara dua hari langsung dijadikan satu judul ^-^

        Hapus
    8. Aaaakh gilak ini Mbak :D seru-seruaaaan banget ini mah :D hihihihi

      BalasHapus
      Balasan
      1. Eeaak, masih muda harus seru-seruan biar keliatan sejarah hidupnya ^-^

        Hapus
    9. wahh festivalnya terlihat seru sekali ya..

      BalasHapus
      Balasan
      1. Yuhuuu, seru banget, mudah mudahan tahun depan lebih meriah lagi.

        Hapus