Seafood Lovers!! Ini Rekomendasi Tempat Makan Seafood Di Batam Centre - P3 Live Seafood

Kuliner seafood biasanya banyak digemari orang. Selain rasanya yang enak, seafood memiliki banyak manfaat bagi tubuh karena mengandung omega 3, vitamin E, vitamin A, asam lemak, mineral dan protein. Tapi harus tetap memperhatikan porsi makan ya guys, karena dalam seafood juga mengandung kolesterol. Intinya seimbang aja sih, karena sesuatu yang berlebihan itu juga ga baik buat kesehatan.

Gue salah satu orang yang gemar menjelajah berbagai seafood aneka rasa. Berhubung weekend minggu lalu cuaca dari siang sampe sore diguyur hujan dan gue ga bisa main kemana mana. Akhirnya untuk mengusir kegalauan ada ajakan temen buat ngabisin waktu malam mingguan dengan menyantap seafood, di P3 Live Seafood di daerah Batam Centre. Langsung gue okein dong yaq.

Alamat P3 Live Seafood
Mencari alamat tempat makan yang satu ini ga susah kok. Tinggal jalankan kendaraan kalian menuju Bundaran Tuah Madani Batam Centre. Lurus dikit menuju Ocarina, setelah itu ketemu belokan, ke kiri. Tadaaaa, kalian udah sampai di kawasan Pasar Pasir Putih, disitu lokasinya.

Jam operasional dimulai dari pukul 17.00-24.00 wib. Kalo kalian rada nyasar, bisa telp juga ke no ini 081277921988. Mau kepoin Instagramnya sebelum pergi juga bisa ke @p3liveseafood. Sua


Menu P3 Live Seafood
Berbagai aneka seafood segar tersedia disini, dan akan langsung dimasak saat kita sudah selesai memilih menu. Dan yang paling gue rekomendasikan di P3 Live Seafood adalah Udang Nestumnya yang crunchy dan gurih. Oke langsung aja yah liat penampilan seafoodnya.

Ikan Bawal dimasak dengan saos manga, kebayang dong gimana rasanya, gurih, asam, manis melebur jadi satu. Dijamin langsung bersemangat setal makan hidangan yang satu ini. Harganya 132rb, beratnya sekitar 6 ons.

Tau kan gimana enaknya rasa udang? cuma digoreng, dikasi garam dikit aja udah enak. Apalagi dibubuhin nestum begini, rasanya juara dan paling enak dari semua menu yang kami coba. Udang Nestum ini harganya 75rb.

Kepiting Saos Pedas, daging kepitingnya padat, gurih, manis dan pedas bercampur jadi satu, lazizzzz. Harganya 250rb.

Uhuuuy, ini ada satu menu yang ga biasa. Namanya Ayam Obat karena campurannya sering digunakan untuk pengobatan, didalamnya ada ginseng, goji berry dan berbagai bahan lainnya. Bau obat sih, tapi rasanya lebih baik dari aromanya. Cobain deh, harganya 150rb.

Sayuran ini harganya 30rb per porsi.

Selain menyajikan menu seafood. P3 Live Seafood juga menerima pesanan nasi kotak, prasmanan untuk acara kantor, serta paket promo untuk makan ditempat. Berikut pilihannya.

Paket 3 Orang dengan harga Rp 50.000
- Sup Tahu Sayur Asin
- Terong Sambal
- 3 Nasi

Paker 4 Orang dengan harga Rp 100.000
- Ayam Bawang
- Fu Yung Hai
- Kangkung
- 4 nasi

Paker 6 Orang dengan harga Rp 150.000
- Tipan Tahu
- Yu Ca Kue
- Capcai
- Sup Tom Yam
- 6 Nasi

Paket 8 Orang dengan harga Rp 300.000
- Bawal Asam Manis
- Brokoli Jamur
- Sotong Tepung
- Petai Bilis Sambal
- Udang Mentega
- 8 Nasi

Nah tunggu apa lagi cobain yuk, dari pada penasaran menahun. Setelah jalan-jalan dari Ocarina, capek, galau, baper, lalu laper, dll, dsb, dst. Boleh dunk singgah makan di sini. Eaaakk..




Mengunjungi Masjid Raya Al Mashun yang Tersohor di Medan

Duluuuuuu banget, saat gue masih kecil. Mendengar kata Medan, yang melekat di dalam otak pertama kali adalah kata, horas bah!! pasti semua orang Medan itu orang Batak yang intonasi bicaranya tinggi. Padahal ga gitu banget sih, hehe. Penduduk asli Medan adalah orang Melayu, tapi seiring berjalannya waktu, ditambah dengan pertumbuhan penduduk, muncullah etnis Jawa, Batak, Mandailing, Tionghoa, dan India. Terdapat banyak ruko disepanjang jalan kota Medan, karena mayoritas penduduknya adalah pedagang.

Sekedar informasi guys, Kuala Namu Internasional Airport yang biasa disingkat menjadi KNIA atau Kania (sebutan masyarakat Medan) adalah bandara terbesar kedua di Indonesia setelah Bandara Soekarno - Hatta. Akses menuju pelabuhan dan pusat kota sudah dilengkapi dengan jalan tol dan kereta api. Jadi kalian tinggal pilih, mau naik kendaraan yang mana.

Setibanya di KNIA, gue melanjutkan perjalanan menuju kota Medan dan menetap selama dua hari disana. Rata-rata orang yang gue jumpai, gaya bahasanya lembut, bahkan abang gojeknya walaupun namanya Batak banget, gaya bahasanya tetap lemah lembut. Padahal gue berharap banget ketemu sama orang yang nada bicaranya tinggi dengan semangat menggebu-gebu, biar asik aja, hehe.

Tapi tetep harus waspada ya guys. Dimanapun kalian berada, apalagi pas lagi jalan sendiri. Jaga selalu barang bawaan, lebih aman jika menggunakan gembok pada tas dan jangan gampang percaya sama orang baru. Apalagi di kota besar. Jika kalian jalan berdua atau grup, jadilah orang yang peka dan saling menjaga barang bawaan dan teman kalian. Karena kecopetan atau ditipu saat traveling itu bisa ngilangin mood, niat mau happy malah jadi sedih.
           
                                                                            ***  ***
Mengunjungi Kota Medan rasanya ga bakal lengkap jika tidak menyambangi icon kota Medan, yaitu Masjid Raya Al Mashun. Masjid ini terletak ditengah kota Medan dan jaraknya hanya selemparan batu dengan Istana Maimun yang tersohor akan sejarah kesultanan Melayu Deli. Dari Bandara Internasional Kuala Namu hanya dibutuhkan waktu sekitar satu jam untuk mencapai lokasi.

Biasanya orang datang ke sini untuk sholat atau sekedar berfoto di halaman depan Masjid karena bagunannya yang tampak instagramable banget. Nah, berhubung gue jalannya sendiri dan hari pertama rada susah minta tolong orang untuk fotoin, besoknya gue datang lagi dan alhamdulillah ketemu sama pak Yoserizal. Beliau ini yang menemani gue berkeliling masjid dan mengambil beberapa foto dengan angle berbeda.

Masjid Raya Al Mashun didirikan pada tahun 1906 Oleh Sultan Deli ke 9 yang bernama Sultan Ma'moen Al Rasyid Perkasa Alamsyah. Arsiteknya adalah orang Belanda. Masjid ini berbentuk segi delapan. Empat penjuru masjid diberi beranda dengan atap yang lebih tinggi dan berkubah hitam. Terdapat  Corak bangunan merupakan perpaduan tiga budaya, yaitu Melayu, Eropa dan Timur Tengah.

Al-Quran besar didalam masjid Raya Al Mashun
Bagian dalam gerbang (atas) Masjid Raya Al Mashun 

Dana pembuatan masjid berasal dari dana pribadi sultan yang saat itu mempunyai usaha ekspor tembakau Deli dan menghabiskan biaya sekitar satu juta gulden, wow. Kaya banget kerajaannya guys, dan pastinya Sultan adalah orang yang sangat bijaksana pada masa pemerintahan kala itu. Well, setelah berkeliling masjid akhirnya gue berpamitan dengan Pak Yoserizal dan melanjutkan perjalanan kembali. 

Kelamaan jalan-jalan akhirnya sepatu gue minta diganti, kebetulan banget sebentar lagi bakal ada promo Harbolnas jadi gue bisa nyari sepatu baru dengan harga miring tapi ga bakal bikin kepala jadi miring, eaaaak. kantong juga ga bakal kering karena belanjanya hemat. Sampai jumpa di kegiatan jalan-jalan gue selanjutnya ^-^.


Makan Seafood di Batam? D'Steam Peranakan Live Seafood Jawabannya.

Penikmat seafood di Batam mana suaranyaaa??
Yess, gue mau kasi tau tempat makanan yang baru aja buka di bulan Oktober ini.

Siap siaaaap, Drumrollllll.
Tak dung ces..



Ya yaaaa.. Kalo ngomongin soal seafood di Batam itu ga bakalan ada habisnya. Karena Kota Batam itu termasuk dalam wilayah yang dikelilingi oleh lautan. Sudah pasti hasil tangkapan lautnya melimpah. Mau ikan, udang, gonggong, kepiting, rajungan, hepo, semua ada! ketika disuruh milih mana yang enak dan nyaman juga, jawabnya susah. Pasalnya setiap tempat makan punya keunggulan dan cita rasa tersendiri.

Selain rasa dan keunikan sebuah tempat, dekorasi yang ciamik dan hiburan seperti music juga bisa menjadi pilihan lain bagi pengunjung betah duduk berlama lama menikmati sajian makanan dan menghabiskan waktu luang mereka. Wokeh, tempat yang bakal gue bahas adalah D'Steam Peranakan Live Seafood. Letaknya ga jauh dari Rumah Sakit Harapan Bunda. By the way, kenapa sih namanya sampe ada kata peranakan? nih gue jelasin dibawah.




Peranakan merupakan istilah yang digunakan oleh para keturunan Tionghoa yang sejak akhir abad ke 15 dan abad ke 16 telah berdomisili di Indonesia, Malaysia Barat dan Singapura. Untuk menjaga kebudayaan secara turun temurun supaya tidak hilang oleh zaman, maka mereka mengabadikan nama Peranakan ini dalam sebuah masakan. Sedangkan di Malaysia, ada sebutan Baba dan Nyonya. Baba untuk panggilan kaum laki laki dan nyonya sebutan untuk kamu wanitanya.

Yuk lanjut soal D'Steam Peranakan Live Seafood. Dari luar, tampilan resto ini sepertinya tidak terlalu besar. Ada logo udang berwarna orange sebagai penanda tempat. Warna luar dan dalam resto didominasi oleh warna coklat khas pallet. Bagian kanan depan adalah tempat para koki memasak. Saat berjalan ke arah kiri, pengunjung bisa berfoto dengan dekorasi rumah peranakan jaman dahulu lengkap dengan pajangannya. Dibagian tengah resto terdapat sebuah pohon yang sudah dibatasi persegi empat dan dikelilingi oleh lampu led.






Menu yang disajikan di D'Steam Peranakan Live Seafood beraneka ragam gaes. Agar seimbang, pihak resto juga menyediakan aneka sayuran hijau. Diantara makanan gue cobain ada Ikan asam pedas kering, stim bakso jamur shitake, cah jamur sawi minyak, terus ada ayam daun kemangi. Masih ada kepiting pedas peranakan-nya. Dan yang paling rekomend sih sup ikan pedas peranakan. Sup dengan bahan dasar ikan di masak dengan cabe pedas bumbu peranakan.

Buat yang penasaran pengen cobain masakan seafood khas peranakan, bisa datang ke alamat dibawah ini ya gaes. Jam operasional dimulai dari pukul 15.00 - 24.00 WIB. Selamat mencoba.

D'Steam Peranakan Live Seafood
Komp. Kampung Seraya Blok II No.02
(Belakang Hotel Seruni / RS. Harapan Bunda)
Seraya - Batam
Telp. 0778- 4881809




Tanjungpinang International Dragon Boat Race 2017

Pemerintah Kota Tanjungpinang akan menyelenggarakan event Dragon Boat Race mulai tanggal 20-22 October 2017 dari jam delapan pagi sampai selesai. Acara ini adalah salah satu dari rangkaian Festival Bahari Kepri 2017 yang sudah dimulai sejak tanggal 13-22 October. Dragon Boat Race merupakan salah satu event pariwisata tetap yang ada di Kota Tanjungpinang dan termasuk dalam event Pariwisata Unggulan Provinsi kepulauan Riau. 

Sejak tahun 2002, Tanjungpinang International Dragon Boat Race sudah dilaksanakan oleh Pemerintah Kota Tanjungpinang. Dan untuk tahun 2017 ini sudah yang ke-16. Sejak terbentuknya Kota Otonom Tanjungpinang dan tahun ini adalah tahun ke-11 para petarung memperebutkan piala Bergilir Gubernur Provinsi Kepulauan Riau. Namun jauh sebelum itu kegiatan dragon boat race telah dilaksanakan sejak 1992 dengan nama Bintan Dragon Boat Race.

Pemindahan tempat dari pantai kota Tanjungpinang ke perairan Sungai Carang bukan tanpa alasan. Sungai Carang memiliki kelebihan jika dibandingkan dengan pantai Tanjungpinang. Di Sungai Carang, arus air yang relatif normal, tidak memiliki ombak, dan tidak terganggu oleh gelombang kapal. Sungai Carang juga memiliki jalur lomba yang cukup untuk sebuah pertandingan berstandar internasional.

Melalui event Tanjungpinang International Dragon Boat Race di Sungai Carang ini, di samping sebagai ajang pertandingan bidang keolahragaan, juga merupakan jejak rekam sejarah masa lalu yang harus dititipkan semangat kebahariannya kepada generasi sekarang ini. Agara lebih mencintai dan meningkatkan potensi pariwisata daerah sendiri.

Sebagai daerah kepulauan, yang memiliki laut dan sungai, tentunya kegiatan ini mencerminkan dan betapa masyarakat tanjungpinang, telah mampu memanfaatkan sumber daya alam yang ada, untuk menunjang program pemerintah di bidang pariwisata kemaritiman. Ayo saksikan event bertaraf internasinal ini. 





Review Purbasari Hi Matte Lip Cream Hydra Series - Shade Vinca & Lantana

Tahun lalu, setelah punya 9 warna lip matte dari Purbasari. Akhirnya aku juga tergoda untuk nyobain produk terbaru mereka yang lagi booming dipasaran. Yess, ada 5 warna dari Hi Matte Lip Cream Hydra Series. Dimulai dari Vinca, Azalea, Lantana, Zinnia dan Freesia. Nama ini terinspirasi dari nama bunga gaes. Dari ke 5 shade itu, finally aku nyobain yang Vinca sama Lantana.

Hal yang aku suka banget dari Purbasari dalam category riasan bibir adalah dari segi kemasan dan warna, terlihat lebih elegant dan modern. Packaging luarnya masih tetap sama, menggunakan warna hitam. But, overall kelihatan nice banget dibanding dengan lip matte keluaran pertama. Warnanya juga bikin jatuh hati dan bikin ciwi ciwi jadi ga sabaran buat nyobain Hi Matte Lip Cream yang satu ini.

Tanpa membuka kotak kemasan, kita juga udah bisa lihat warna shadenya. Packaging lip cream berbentuk balok memanjang dan warnanya bening. Leher botol berwarna gold dan tutupnya berwarna hitam. Banyak perubahan yang dilakukan oleh Purbasari and I love it. Dibawa kemana mana tetap manis, asik dan pastinya bikin rapi pouch.

Vinca
Shade no 1 ini warnanya nude pake bingits, percampuran antara orange dan cokelat. Saat pengaplikasian, ngeblend sempurna. Bisa dibilang, it's my favorite color, tapi sayangnya kurang cocok dibibirku setelah dipake. Dalam beberapa jam keliatan crack, hiks. Tapi ya cuma crack doang, tanpa memberikan kesan kering. Semoga kedepannya lagi bisa jadi masukan buat Purbasari supaya warna nude juga performanya lebih baik.


Lantana
Shade Lantana lebih ke warna pink deep, rada gonjreng tapi bisa dipake kemana aja dan ga norak. Pigmented, coveragenya sempurna, nggak crack seperti Vinca. Ketahanannya juga lama pake banget. Dari jam 8 pagi sampe jam 5 sore, aku ga perlu poles sana sini, haha. Dan shade Lantana ini susah banget dihilangin, walau udah cuci muka pake pembersih, bekasnya masih ada. Jadi untuk mensiasatinya aku olesin pake lip balm, setelah itu baru dilap pake tisu.

So, lebih suka yang mana? kalo aku pribadi, lebih suka sama Vinca tapi cintanya sama formula Lantana. Overall setelah nyoba kedua shade diatas, ini recommended kok buat kamu yang nyari lip cream dengan warna cakep, pigmented, dan desainnya oke. Selain itu, lip cream Purbasari ini, ga bikin bibir kering karena mengandung Vitamin E, kissproof, cepat matte dan ringan di bibir, kaya ga pake lip cream . Saat makan juga warnanya masih tetep ada! tapi tergantung yg make sih.

Another one, isinya 6.5gr dan harganya ga lebih dari 50rb. Buat lip cream dengan isi, harga dan performa begitu. Worth it lah.

Hati Tertawan di Pulau Benan

Pulau Benan secara teritori termasuk dalam wilayah Kecamatan Senayang, Kabupaten Lingga. Bentuk pulaunya seperti busur kecil menghadap laut cina selatan. Penduduknya terdiri dari 80% Nelayan, sedangkan 20% lainnya terdiri dari pengajar dan pedagang. Sampai saat ini tercatat ada 254 kepala keluarga dengan jumlah penduduk 1504 jiwa. Jika kamu pengen berlibur dengan santai seperti sedang berada di pulau pribadi, maka Pulau Benan adalah jawabannya.

Luas Pulau Benan sekitar 190 hektar. Penduduk asli Benan sebagian besar menetap di rumah panggung sepanjang sisi barat Pulau Benan. Hal menarik dari pulau ini adalah keindahan alam yang masih terjaga. Lautnya biru dan jernih. Pantainya berpasir putih bersih. Disepanjang pantai sisi timur terdapat ratusan pohon kelapa dengan daun yang meliuk-liuk tertiup angin. Ada spot snorkeling dan diving. Kursi pantai dan beberapa pondok bersantai juga tersedia untuk para tamu yang ingin bersantai melihat indahnya lautan sambil menikmati segarnya air kelapa.
Welcome to Benan
Cottage yang dikelola oleh pak Sahlan bekerjasama dengan pemerintah.

Hal lain yang tak kalah menarik adalah tradisi Melayu yang masih kental dan terjaga oleh masyarakat pulau ini. Disaat tertentu, pemerintah menggelar acara mendatangkan pengunjung untuk menikmati keindahan Pulau Benan. Para pengunjung akan disambut dengan tarian adat dan acara tradisi Melayu. Karena terbatasnya penginapan di daerah Benan, maka peserta akan menjadi anak angkat masyarakat Pulau Benan selama acara berlangsung. Unik yah.

Nah, hal itu berlaku pada saat ada acara tertentu, sedangkan untuk pengunjung yang datang hanya untuk menikmati liburan, bisa memesan cottage yang sudah disediakan pemerintah dan bekerjasama dengan penduduk Benan. Untuk menyewa cottage, silahkan menghubungi Pak Sahlan di nomor 082173499130 biayanya 250 ribu per cottage. Jika ingin makan, bisa memesan dengan pak Sahlan, menu yang disajikan adalah makanan laut yang wajib kalian coba, soalnya rasanya enak. Dengan membayar 100 ribu kalian sudah bisa dapat 3x makan.


Cara ke Pulau Benan
Setiap hari ada satu kali penyeberangan menuju Lingga. Bagi para penumpang, ada dua alternatif yang bisa dipilih untuk mencapai pulau Benan. Pertama dari Pelabuhan Punggur - Batam, pada jam 9.30 wib. Biaya perjalanan adalah 195 ribu untuk sekali jalan sudah termasuk tax. Waktu tempuh sekitar 1 jam 45 menit, tergantung cuaca. Cara kedua adalah dengan menyeberang dari Pelabuhan Sri Bintan Pura - Tanjungpinang. Pada jam 11 wib dengan biaya 165 ribu untuk sekali jalan sudah termasuk tax. Waktu tempuh sekitar 1 jam.

Kegiatan di Pulau Benan
Banyak cara untuk menikmati keindahan Pulau Benan. Begitu sampai, kalian bisa bersantai dan istirahat di cottage. Setelah itu kita bisa menyewa sepeda dengan tarif 20 ribu per sepeda, seharian. Bermain kayak, melakukan aktivitas snorkeling, berenang di pantai, menikmati indahnya sunset dari Pelabuhan Benan, menikmati sunrise yang terletak di depan cottage. Bersantai sambil menikmati air kelapa atau berfoto ala ala dengan latar belakang savana Benan.

Setelah melakukan beberapa kegiatan di siang hari, malamnya kami berkesempatan menyaksikan acara tarian Joget Dangkong, salah satu hiburan tarian masyarakat melayu dengan irama cepat dan ceria. Keesokan paginya sambil menikmati sunrise yang malu menampakkan dirinya, kami membaur dengan anak remaja Pulau benan yang sedang melakukan latihan tari bagi anak perempuan, sedangkan yang laki-lakinya berlatih silat.
Bermain sepeda di Pulau Benan



Kesan saya berlibur selama 2 hari satu malam di Pulau Benan sangat menyenangkan, hati rasanya seperti tertawan di tempat ini. Airnya segar saat berenang, masyarakatnya yang ramah dan sadar wisata, serta keelokan pantai yang dihiasi dengan kibaran bendera merah putih disepanjang pantai. Sungguh, masyarakat ingin menyadarkan pengunjung, Ini di indonesia loh, #BanggaJadiIndonesia. Selamat berlibur, semoga tulisan ini membantu kalian yang akan berencana berlibur ke Pulau Benan.

Nah, berikut hal yang harus kalian perhatikan jika ingin berlibur ke Pulau Benan. 
1. Kapal per hari hanya tersedia di jam 10 pagi, jangan sampai telat.
2. Sediakan senter dan beberapa perlengkapan pribadi karena hanya tersedia beberapa warung di sini.
3. Listrik hanya tersedia dari jam 6 sore sampai jam 6 pagi. Jangan lupa bawa powerbank.