Bagaimana Cara Update Firmware Xiaomi Yi SN25L?

December 29, 2016 Eka Handa 0 Comments

Hai hai..

Postingan ini gue bikin supaya pas ada yang ngeliat, bisa bantuin problem yang gue alami. Jadi gini, gue baru beli kamera Xiaomi yi untuk kedua kalinya karena kamera gue yang pertama dicuri pas pulang liburan di bagasi bandara. Problemnya adalah SN kamera gue yang baru ini adalah SN25L, sementara firmware yang tersedia di website xiaomi itu cuma sampe SN23S.

Berdasarkan googling tengah malam, gue dapat info katanya SN25L bisa pake firmware 22L atau 23L, berhubung kamera gue yang lama adalah SN23L, jadi gue langsung copy dan update firmware di kamera baru gue. Jeng jeng.. pas udah separoh update, lampu indicator power yang awalnya biru berubah jadi merah, uhuk.. Setelah gue matiin kamera, idupin lagi, lampunya masih merah. Opsi selanjutnya adalah ganti batre, hasilnya tetep sama, bahkan indikasi daya batre juga terlihat 0%, uhuk. Tapi walaupun indikasi daya batre 0% dan lampunya jadi merah, fungsi wifi ga terganggu dan bisa tetep connect ke kamera, batrenya juga masih bekerja dengan semestinya.

Nah, yang jadi pertanyaan gue, apakah kamera gue brick? setau gue brick itu adalah kondisi dimana kamera terus kedap kedip ngeluarin suara, sementara kamera gue gak begitu. Ada yang tau gimana caranya supaya indicator daya batere xiaomi yi bisa normal kembali? Namanya juga idup yah, coba dicoba, klo ga bisa ya berarti bukan rejeki, hehe. Siapa tau ada yang bisa bantu? bantuin orang berpahala loh. 


Cara Update Firmware Xiaomi Yi manual
Nah, buat kalian yang baru punya kamera dan pengen update firmware xiaomi yi secara manual, berikut adalah panduannya. Perhatikan serial number yang ada dibagian dalam kamera, ada 6 kategori SN yaitu, 22, 22L, 23, 23A, 23L dan 23S. Pertama tama yang kalian butuhkan adalah:

1. Kamera xiaomi yi
2. Micro SD card class 10
3. Laptop/PC
4. Batre yang terisi minimal 50%

Langkah mengupdate firmware:

1. Kunjungi situs http://www.xiaoyi.com/update/sports?lang=en-us untuk update firmware, perhatikan serial numbernya, lalu pilih yang sesuai sama serial number kamera kalian, lalu download, setelalah download selesai, rename filenya jadi firmware.bin  

2. Sambungkan kamera kalian ke laptop lalu copy file firmware.bin tadi ke SD card, penting diingat, jangan copy file firmware kedalam folder, copy diluar folder.

3. Pasang sd card dan batre, hidupkan kamera seperti biasa, akan ada bunyi beep beep dalam waktu kurang lebih satu menit, saat proses beep beep berjalan, jangan panik dan langsung mematikan kamera karena proses update firmware sedang berjalan. Setelah proses selesai kamera akan mati dengan sendirinya. Artinya firmware sudah berhasil terpasang.

4. Hidupkan kamera seperti biasa dan kamera kalian sudah ready untuk digunakan.

Cara ini udah dua kali gue lakuin ke kamera gue yang pertama dan kamera baru temen gue, so far semua oke, semoga bisa bermanfaat juga buat kalian ^-^. 

0 comments:

Dari Malang ke Banyuwangi Naik Apa?

December 28, 2016 Eka Handa 2 Comments

Pertanyaan ini sering banget muncul pada saat orang akan mengunjungi suatu tempat, termasuk gue. Saat liburan gue selesai di Batu Malang, tentunya gue akan move ke suatu tempat liburan yang baru. Yap, tujuan selanjutnya dari perjalanan gue adalah Banyuwangi.

Banyuwangi merupakan wilayah pertama dari tanah Jawa yang merasakan sinar mentari pertama kali karena letaknya di timur pulau Jawa. Kami ber 6 akan melakukan perjalanan ke Kawah Ijen yang mendunia, disana terdapat fenomena blue fire yang cuma ada di dua tempat di Dunia, yang satu di Kawah Ijen dan satunya lagi ada di Iceland. Nah, sekarang pertanyaannya adalah, dari Malang ke Banyuwangi naik apa?

Ada beberapa pilihan yang bisa ditempuh supaya bisa sampai ke Banyuwangi via Malang. Cara pertama adalah dengan menaiki kereta api. Cara kedua adalah dengan menggunakan bus. Awalnya rombongan gue pengen naik kereta api, tapi sayangnya tempat duduk udah pada penuh dikarenakan libur panjang. Selesai makan seadanya, gue, Zack, Asad dan Rian meninggalkan barang bawaan bersama Joko dan Eka D di warung makan. Dengan langkah cepat kami langsung masuk kawasan terminal dan pergi ke konter tiket.

Usai bertanya, terdapat dua pilihan lagi, melanjutkan perjalanan menggunakan bus yang rutenya ke Bali dan nantinya kami diturunkan di Pelabuhan Ketapang dengan biaya 150rb dapat fasilitas makan malam atau naik bus ke Probolinggo dengan biaya 30rb kemudian lanjut mengambil bus tujuan Banyuwangi dengan biaya 35rb. Setelah bertanya sama pak supir, jam berapa bus berangkat dan estimasi sampai di Ketapang jam berapa, sang supir menjelaskan kalau kita berangkat jam setengah 7 malam dan sampenya di ketapang sekitar jam 3 pagi mba. Akhirnya kami berunding dan menjatuhkan pilihan untuk menaiki bus tujuan Probolinggo yang beberapa menit lagi akan berangkat.

Langkah kaki kami percepat untuk kembali ke warung makan sambil memberi info ke Eka D dan Joko, sambil berlarian kecil akhirnya kami ber 6 menaiki bus. Jam 4.40 sore waktu setempat, kami berangkat dari Malang, perjalanan memakan waktu sekitar 3,5 jam untuk sampai ke terminal bus Bayuangga-Probolinggo dan kami tiba sekitar jam 8.10 malam. Sambil menunggu kedatangan bus untuk membawa kami ke Banyuwangi, kami menyempatkan diri untuk makan malam.

Jam 8.30 malam kami melanjutkan perjalanan kembali menggunakan bus Mila. Saat itu kami masih optimis bisa mencapai Banyuwangi sebelum jam 1 malam, tapi faktanya kami sampai sekitar jam 3 pagi. Jadi total perjalanan kami dari Malang ke banyuwangi adalah sekitar 10 jam. Seandainya kami menaiki bus tujuan Bali yang akan diturunkan di pelabuhan Ketapang, lebih parah lagi, kami akan sampai ketempat tujuan sekitar jam 5 pagi. Rencana yang sudah tersusun akhirnya mundur satu hari dikarenakan jalanan macet. Kemanakah kami akan pergi? tunggu cerita selanjutnya yaq.

Bus Mila, Probolinggo - Banyuwangi

2 comments:

One Day Explore, Alun Alun Kota Batu - Taman Rusa Pujon - Labirin Coban Rondo - Coban Rondo - Malang

December 23, 2016 Eka Handa 9 Comments

Usai mengikuti Tour Bromo, kamipun terdampar di Malang, sambil menunggu mobil sewaan datang. Kami makan kfc ala ala, tapi ayam gue yang satunya lagi rada mentah -____-.


Taman Labirin - Pujon 

Perjalanan dari Malang ke Kota Batu itu rasanya rada deg degan. Pasalnya pengendara sepeda motor yang main nyerobot, ada pula beberapa pengemudi mobil yang ga mau ngalah ngasi jalan, ditambah lagi dengan lalu lintas Kota Batu yang kalau dibandingin sama Batam, masih teratur Batam. Untungnya babang Zack orangnya sigap, tenang dan cepat menguasai keadaan, sampailah kami di Kota Batu dengan selamat ^-^. Di Batu kami menyewa mobil APV dengan tarif 300rb dan bisa lepas kunci.

Kring kriiiiinggg, kring kriiiiiiiiing anggap aja gitu, pemilik homestay udah mulai telp untuk menanyakan dimana keberadaan kami, saat itu kami juga sempat kebingungan mencari alamat, untungnya pemilik homestay menawarkan diri untuk menjemput dan menujukkan jalan supaya kami bisa cepat istirahat. Eh ternyata lokasinya ga jauh dari tulisan Alun Alun Kota Wisata Batu ^-^.

Homestay Samawa

Malam hampir menjelang, kami nginap di Homestay Samawa yang letaknya persis di Alun Alun Kota Batu. Udaranya seger, saking segernya pas gue pertama kali nginjak lantai rumah, rasanya kayak nginjak lapisan es. Rumahnya bersih, ada 3 kamar tidur, ruang tamu, ruang keluarga, dapur, dan 2 kamar mandi yang satunya ada air hangat. Pemilik rumah juga sangat baik dan ramah, mereka juga menyediakan peralatan masak seperti teflon, panci, pisau, dan alat makan, ada setrikaan juga loh. Buat yang pengen nyewa homestay, bisa contact no ini 081334634700.

Saatnya makan malam, karena udah di alun alun, so pasti ga perlu pergi pake kendaraan, cukup jalan kaki aja udah banyak warung makan bertebaran disekitar kawasan ini. Untuk harga makanan disini memang sedikit lebih mahal, hal itu dikeluhkan oleh teman seperjalanan yang gue kenal sewaktu didalam bus dari terminal Bungurasih menuju Malang. Hidup di Batu emang enak mba, adem, banyak hiburan, wisatanya bagus, tapi makanannya mahal, itu yang ga enak, si mas curhat.

Bener juga sih katanya, haha.. ngeliat spanduk promo ayam penyet yang seharga 12rb, yah kita pada tertarik. jadi 4 orang temen gue mesen ayam penyet, karena gue ga laper, jadi pesen tom yam, pas datang gue kaget karena porsinya jumbo pake banget, padahal di foto menu, mangkoknya kecil, eh yg datang kayak baskom yang isinya cuma tofu, 2 ekor udang sama bakso ikan, seporsi tomyam harganya 40rb -____- kuahnya doang yg banyak, isinya dikit. Sementara gado gado pesenan temen gue yg satunya lagi seharga 20rb, yg kalau di Batam cuma 10rb, hahaha.

Dah malam nih, bobo' dulu yah, lanjut besok.

Zzzzzzzzzz.. #KemudianTidurSambilMimpi

***

Pagi hari, 12 Desember 2016. Sebelum explore ke tempat wisata, kami menyempatkan diri untuk sarapan dan menikmati udara segar di Alun Alun Kota Batu. Fyi guys, Kota Batu terletak 90 km sebelah barat daya Surabaya atau 15 km sebelah barat laut Malang. Wilayah ini terletak 800 meter dari permukaan laut dan memiliki suhu yang dinginnya sekitar 17-25 derajat Celcius, dikarenakan dikelilingi oleh pegunungan. Kota Batu dulunya merupakan bagian dari Kabupaten Malang, yang kemudian ditetapkan menjadi kota administratif pada 6 Maret 1993. Pada tanggal 17 Oktober 2001, Kota Batu ditetapkan sebagai kota otonom yang terpisah dari Kabupaten Malang.

Alun Alun Kota Batu, in frame journaleka.com

Alun Alun Kota Batu
Alun Alun Kota Batu

Gedung Strawberry & Gedung Apel - Alun Alun Kota Batu

Tujuan pertama kami adalah Kawasan Taman Labirin Coban Rondo, jarak tempuhnya sekitar 30 menit jika berkendara dari Alun Alun Batu. Dalam perjalanan menuju kawasan wisata, kita bisa menikmati pemandangan alam berupa perbukitan dan view Kota Batu dari ketinggian. kami juga sempat ngeliat ada yang main paralayang, barisan pohon pinus, dan warung makan yang berjejer disepanjang jalan. Satu hal yang menarik perhatian gue adalah paralayang, suatu hari nanti gue pengen deh terbang diatas awan dan merasakan sensasi terbang seperti burung diangkasa ^-^.

Sebelum main ke Taman Labirin, kami sempat masuk ke kebun dan memberi makan Rusa. Awalnya gue mikir, ni bocah ngapain coba pada megang segelas labu air ditangan, ternyata mereka mau masuk ke kandang rusa. Gue juga ga mau ketinggalan, lumayan seru guys, sampai sampai makanan yang gue bawa itu diseruduk habis sama Rusa. Masuk kebun dan ngasi makan Rusa dikenakan biaya 5rb. Untuk tiket masuk labirin dikenakan biaya 10rb. Saat masuk, mesti barengan yah sama temennya, jangan mencar loh, Kalo tersesat kan bisa cari jalan bareng karena #SendiriItuNggakEnak.



Bersama livejournalofasad.com & zackamega.com

Ngasih makan Rusa
Taman Labirin - Pujon

Setelah itu kami melanjutkan perjalanan menuju Coban Rondo yang letaknya tidak jauh dari Taman labirin. Akses wisata yang mudah menyebabkan Coban Rondo dikunjungi banyak orang. Dari tempat parkir kita hanya perlu berjalan santai dengan suasana hutan yang asri. Hati hati loh sama monkey yang bebas berseliweran disini. Sebelum atau sesudah menikmati Coban Rondo, kalian bisa beli oleh oleh khas Kota Batu juga disini, harganya murah, tapi kami sempat ngerasa ngenes juga sih pas beli keripik kemasan kecil yang kemasan  aluminium, beli 10 bungkus, satu bungkus itu isinya cuma sekitar 8 keping keripik, wkkkkkk..

Coban Rondo ini memiliki ketinggian sekitar 84 m dan berada di ketinggian 1.135 meter dari permukaan laut.  Airnya berasal dari sumber di Cemoro Dudo, lereng Gunung Kawi. Menurut legenda, dahulu katanya ada sepasang pengantin baru yang baru melangsungkan pernikahan. Dewi Anjarwati yang berasal dari Gunung Kawi, dan Raden Baron Kusuma yang berasal dari Gunung Anjasmoro. Suatu hari Dewi Anjarwati pengen ketemu sama kedua mertuanya di Gunung Anjasmoro. Orang tua Dewi Anjarwati ga ngasi ijin kedua mempelai untuk pergi karena usia pernikahan mereka baru 36 hari (selapan), dan menurut kepercayaan masyarakat Jawa pasangan pengantin yang belum melalui masa selapan ga dibolehin pergi jauh, sesuatu yang buruk akan terjadi. Tapi pengantinnya bandel.

Coban Rondo, hasil foto gue keliatan tanpa penghuni yaq.. padahal gue kesini pas libur panjang dan bertepatan sama hari besar Maulid Nabi. Dibawah itu udah kayak pasar, orang orang pada berseliweran. So, buat ngedapetin foto kayak gitu, gue naik tangga yang terletak disebelah kiri jalan.

Kawasan Coban Rondo


Di tengah perjalanan, datanglah seorang pria yang mengaku sebagai Joko Lelono. Do'i jatuh cinta sama Dewi Anjarwati dan mau ngerebut istri Raden Baron. Terjadilah perkelahian yang berlangsung sengit dan mereka sama sama kuat. Raden Baron Kusumo ngasi perintah ke pengikutnya supaya mereka lari dan nyelamatin Dewi Anjarwati disebuah tempat dekat Coban (air terjun). Akhirnya rombongan ini menunggu Raden Baron Kusumo di coban. Tapi si  Raden Baron Kusumo ga pernah datang, lalu sang putri jadi janda.

Pesan dari cerita rakyat Coban Rondo, jangan ngegampangin perkataan orang tua. Tapi bisa jadi itu emang udah takdirnya Neng Dewi juga kali yaq. Usai mengunjungi Coban Rondo, Kami melanjutkan perjalanan untuk mengembalikan mobil dan langsung menuju stasiun Arjosari. Gimana cara menuju Banyuwangi via Malang? tungguin cerita selanjutnya yaq.

9 comments:

Menikmati Keindahan Bromo Tengger Semeru - Pasir Berbisik - Kawah Gunung Bromo - Bukit Teletubbies - Coban Pelangi - Malang

December 21, 2016 Eka Handa 18 Comments


Perjalanan adalah sebuah proses menemukan sesuatu yang tak pernah kau ketahui sebelumnya.

Gunung Batok - TNBTS

Sabtu, 10 Desember 2016, gue melakukan perjalanan bersama empat orang sahabat dari Batam, nantinya kami akan bertemu dengan seseorang yang sedang menunggu kedatangan kami di Malang. Begitu sampai di Juanda Airport, kami langsung nyari kendaraan untuk menuju terminal Bungurasih/Purabaya. Fyi guys, begitu sampai kalian pasti ditawarin calo untuk naik kendaraan mereka, kalo ditawarin lebih dari 100rb jangan mau ya. Seandainya kalian ber 4, pilih naik taksi aja, bisa pesan dari dalam bandara harganya 70rb, kalau ber 5 bisa pesan avanza seharga 100rb.

Perjalanan dari Bandara ke terminal Bungurasih sekitar setengah jam. Harga tiket bus adalah 25rb per orang, begitu bus datang, kita bisa langsung naik, pembayaran akan dilakukan dalam perjalanan. Setelah mengisi perut, kami langsung mencari bus tujuan Arjosari - Malang. Sebelum keberangkatan gue udah mesen jeep buat explore kawasan Bromo, paket tournya dimulai dari jam 1 pagi dan berakhir siang hari. Sayangnya dari kami berlima, yang dapat tempat duduk itu cuma satu orang, nyahahaha. Dikarenakan temen gue ada yang sakit, doi yang duduk dikursi, sementara 2 orang temen cowok gue duduk di tangga bus. Trus gue dimana sama temen cewek gue yang satunya lagi? eaaak.. kita duduk di atas tas yang kami letakkan di lantai bus.

Jeng jeeeeng, dalam perjalanan semua lancar seperti rencana, sampai beberapa kilometer kedepan terjadi kecelakaan yang bikin lalu lintas jadi macet. Bus jadi merayap perlahan, sementara jarum jam terus berjalan, tapi titik lokasi bus yang gue perhatikan dari layar hape geraknya lama banget, sampai sampai supir bus harus mencari jalan potong untuk menghindari macet. Jeng jeng, ada kecelakaan lagi guys, artinya perjalanan bus yang kami tumpangi akan lebih lama sampainya. Gue udah mulai ngerasa ga enak hati sama driver yang udah setia nungguin dari jam 12 malam, pasalnya perjalanan yang harusnya cuma memakan waktu 2 jam jadi terhambat karena macet. Berkali kali gue chat sang driver dan ngirim peta lokasi via whatsapp biar dia tau dimana posisi gue.

Mata yang tadinya masih seger, akhirnya harus mengalah karena seharusnya manusia normal sudah tidur di jam segitu. Finally gue mengatur posisi yang lebih nyaman untuk meluruskan kaki, eh eh eh, bukan cuma ngelurusin kaki, tapi gue sempat tertidur beberapa saat, di atas lantai bus sodara sodara!! hmmm.. Ternyata tidur di atas lantai bus, sama nyamannya dengan tidur di atas kasur empuk kalau udah kepepet. Semua terasa nyaman, hehe.

Saat itu kami start dari Bungurasih jam 9.50 malam, sampainya di terminal Arjosari jam 3.00 pagi, Oh my.. Oh my..
Bersama journaleka.com & zackamega.com
Terminal Bungurasih/Purabaya
Mamam soto

Oke fine, sampailah kami di Malang. Mas Vinsa sudah siap bersama Joko yang tak lain adalah sahabat kami. Menurut jadwal, seharusnya kami menuju penanjakan 1 Bromo, tapi dikarenakan jam 3 kami baru mulai dan ga bakalan sempat melihat sunrise di penanjakan 1, maka jeep kami langsung menuju kawasan pasir berbisik. Jeep yang kami sewa seharga 1.250.000rb, dijemput dari terminal Arjosari Malang. Rutenya dari Malang - Penanjakan 1 - Pasir Berbisik - Kawah Gunung Bromo - Bukit Teletubbies - Coban Pelangi - Malang, jika tanpa pergi ke coban (air terjun) harga paketnya Rp. 1.200.000rb. Buat yang pengen explore seperti gue, bisa menghubungi no ini 085334124390 dengan mas Vinsa

Jalan menuju Bromo via Malang terlihat sempit, tidak ada penerangan jalan selain dari kendaraan yang kita tumpangi, suasana terlihat gelap gulita. Sesekali kita melewati jalan yang curam dan terjal. Terkadang kami juga berpapasan dengan rombongan yang bersepeda motor, ada juga motor yang terpaksa berhenti di jalan dikarenakan cuaca malam itu gerimis dan jalan sedikit licin. Berbeda dengan perjalanan kami yang sangat mulus karena disini memang diperlukan kendaraan yang mumpuni untuk menuju Kawasan Bromo. Saat hampir sampai di lautan pasir, terlihat beberapa kendaraan pick up yang ban mobilnya terbenam air hujan, kalau sudah begitu, rasanya kasihan banget, hiks.

Berpose diatas Jeep
Pasir Berbisik - Bromo Tengger Semeru

Tepat jam 5 pagi, kami sampai di lautan pasir kehitaman. Udara terasa lebih dingin karena masih pagi. Saat turun dari jeep, hawa dingin terasa menusuk kulit. Tak lama berselang akhirnya gue melepas jaket dan sarung tangan yang baru beberapa menit yang lalu gue pasang. Sunrise bersembunyi dibalik awan tebal, kabut menyelimuti lautan pasir yang masih terlihat padat karena udara yang lembab. Satu jam berlalu, kami langsung pindah ke lokasi berikutnya yaitu kawah Bromo. Untuk menuju kawah Bromo, ada dua pilihan, yaitu dengan berjalan kaki atau mengendarai kuda. Selanjutnya kita akan menaiki sekitar 250 anak tangga untuk menuju Kawah Gunung Bromo.

Dibutuhkan waktu sekitar setengah jam untuk mencapai kawah Bromo, karena tangga terlihat penuh sesak oleh para pengunjung. Dan gue juga ga betah untuk berdiri terlalu lama ngeliat kawah gunung karena bibir kawah terasa bergetar saat ada yang sedikit menghentakkan kaki di atas. Selesai berfoto, gue langsung turun dan jam 8 pagi gue udah sampai lagi di bawah, lalu mencari jeep yang sudah kami sewa. Sekitar setengah jam kemudian, Asad, Eka Dewi, Zack, Rian dan Joko datang, kemudian kami melanjutkan perjalanan ke Bukit Teletubbies Bromo.

Kawah Gunung Bromo bersama Rian & Eka Dewi

Jam 9 pagi kami sudah sampai di kawasan Bukit Teletubbies. Rintik hujan mulai turun perlahan, awan juga masih setia menyelimuti bukit yang tampak berbaris. Dari sekian tempat yang kami datangi, spot ini yang paling gue suka dan bikin betah berlama lama di sini. pemandangan terasa kontras dengan lautan pasir yang terlihat gersang. Perjalanan pun kami lanjutkan untuk menuju Coban Pelangi. Ditengah perjalanan gue ga hentinya ngomong dengan nada kagum, ya Allah bagus bangeeeettttt , sambil nanya ke mas Vinsa, itu apa mas? lalu mas Vinsa menjawab, itu Desa Ngadas mba. Muahahahaha, rada norak sih gue saat ngeliat perkebunan yang tersusun rapi diantara perbukitan. Soalnya ditempat gue ga ada pemandangan yang begini.

Complete team dari Batam, Zack, Eka Dewi, Asad, Me & Rian
Ala ala Bidadari turun dari khayangan, LOL


Jam 10.45, kami sudah sampai di Coban Pelangi, dan membayar tiket masuk seharga 8rb per orang. Untuk menuju Coban pelangi, kita harus berjalan kaki sekitar 2kilo, tapi kalian ga perlu takut kelaparan guys, karena disepanjang perjalanan terdapat beberapa warung yang menyediakan minuman, gorengan, dan makanan ringan. Harganya murah meriah, sama dengan harga makanan yang dijual di tempat lain walaupun tempat jualannya terdapat di atas dan bawah bukit. Kalau di Batam mah, harga jual di tempat wisata, apalagi dengan kondisi tempat jualan yang turun naik bukit, harganya pasti mahal. Dan asiknya belanja air di sini, ga perlu pake kulkas, airnya udah dingin dari sononya, segeeeeerr. 

Coban Pelangi

Jam 11.15 kami sudah sampai di Coban Pelangi, selesai menikmati suasana coban dan berfoto, kami naik kembali ke atas dengan perlahan tapi pasti. Lalu melanjutkan perjalanan menuju Malang, tour berakhir jam 1.30 siang. Berikut tips buat kalian yang pengen main ke Bromo:

  • *Sewalah jeep, karena kalian bisa puas mengambil foto dan bebas berekspresi seperti yang gue  lakukan, kalian bisa take video dari rooftop jeep dengan pemandangan 360 derajat.

  • *Bawa kacamata, karena saat menaiki dan berdiri di atas kawah, akan ada sesuatu yang  berterbangan dan menempel di kulit kalian, terkadang masuk ke mata.

  • *Kalau kalian menyewa kendaraan, ingatlah tempat dimana kalian parkir, foto sekalian bentuk    kendaraan beserta platnya biar kalian ga tersesat mencari, karena di area parkir terdapat banyak  sekali kendaraan serupa.

  • *Bawa jaket kalau kalian ga tahan sama cuaca dingin.

Ow ia, mas Vinsa orangnya asik guys, kalau kalian suka perjalanan yang extreme, tinggal bilang aja, suruh lajuin kendaraannya, kalau rombongan kalian sukanya yang rada smooth, tinggal bilang juga, semua bisa diatur, semoga bermanfaat. Wassalam.

Gunung sekarang udah kayak pasar, klo malam kayak pasar malam, klo pagi ya kayak pasar pagi,. hehe, yang kayak neon kuning itu tempat parkir jeep, buanyak banget jeepnya.


18 comments:

Sea Forest Adventure Batam

November 30, 2016 Eka Handa 20 Comments

Hello Guys,

Ada yang baru loh di Batam, mau tau?

Sea Forest Adventure
Dari namanya, udah mengandung unsur laut guys. Ini adalah wahana permainan baru yang bakal launching sekitar bulan Desember atau Januari 2017, tergantung tingkat penyelesaiannya. Sea Forest Adventure ini terletak didalam kawasan Palm Spring - Nongsa. Didirikan di atas wilayah seluas 10 hektar dengan fokus pada tiga konsep utama yaitu nature, adventure, dan survival science. Kawasan rekreasi ini dilengkapi oleh beragam fasilitas dan permainan segala umur yang berada di empat kawasan utama yaitu Gathering Facility, Glam Camp, Rain Forest dan Water World.

Minggu ke empat dibulan November, Team Blogger Kepri diberi kesempatan untuk nyobain wahana floating water park. Untuk sementara, permainan yang baru jadi cuma itu. Tapi ga lama lagi, akan tersedia berbagai macam arena permainan dan tempat baru seperti, floating bar, cliff bar, hidden beach, dan water sport seperti para sailing, kayaking, banana boat, fishing, dive hunting, dan olahraga air lainnya. Sesampainya disana, kami langsung disambut Banquet Manager, Yenni Mahardika dan diajak mendengarkan arahan dari beach guard tentang apa yang boleh dan tidak kita lakukan selama berada di wahana floating water park.
Floating Water Park

Pintu masuk menuju Sea Forest Adventure

Setelah mendengar penjelasan singkat dari beach guard, kami semua dipersilahkan memilih life jacket dan mengganti pakaian. Ini wajib ya guys, walaupun kalian jago renang, ada baiknya tetap pake life jacket supaya selamat, karena kita bakal berbasah-basah ria ditempat terbuka alias laut. Dilarang membawa hape karena akan basah terkena air, jadi saran gue, kalian bawa waterproof plastic kalau pengen tetep punya dokumentasi foto, atau bawa action cam yang punya casing waterproof juga.



Menuju Wahana Permainan
Ada 3 cara yang bisa ditempuh untuk menuju lokasi wahana floating water park. Pertama adalah dengan menggunakan boat dengan jarak tempuh sekitar 5 menit. Kedua menggunakan Buggy alias kendaraan yang sering dipake buat main golf, jarak tempuh sekitar 10 menit. Cara ketiga adalah dengan berjalan kaki menyusuri bagian bukit sebelah kanan pantai, jarak tempuh sekitar 15 menit.

Selanjutnya kita akan menuruni anak tangga dan langsung berjalan menyusuri jetty terapung berwarna biru orange sepanjang 110 meter. Materialnya terbuat dari bahan plastik tebal dan kuat. Sebelum menuju arena permainan sesungguhnya, kita mendapatkan tantangan kecil untuk berenang sepanjang 5 meter. Yap, setelah sampai diarena, terserah deh mau main yang mana duluan. Ada lintasan lari, panjat dinding, ayunan, trampoline, seluncuran, dan terjun bebas.

Diatas trampolin

Wahana floating water park ini berwarna hijau kuning dilangit yang biru. terbuat dari plastik tebal berisi angin. Disini kita bakal bersenang-senang selama kurang lebih 30 menit. Anak kecil dibawah usia 7 tahun, ga dibolehkan mengikuti permainan guys. Buat kalian yang ga bisa berenang, jangan takut, karena semua peserta dibekali life jacket dan abang penjaganya juga banyak. Pas kamu loncat dari atas lalu tetiba saat ingin berenang menuju wahana, kamu terseret arus, tinggal teriak minta tali, atau nanti bakal dijemput sama kayak.

Namanya main air, pasti basah. Kalian juga harus melakukan pemanasan sebelum menuju arena, karena bermain disini membutuhkan fisik yang lumayan kuat. Awalnya gue pikir, ini permainan fun yang ga bikin energi gue terkuras. Saat main dan tanpa pemanasan, it look nice. But, one day after.. pangkal lengan sama otot perut gue pegel guys, hehe. Ini terjadi karena gue nyobain naik ke tempat yang rada tinngi, 2 meter aja sih, tapi pake tali. Kedengeran simple, tapi naik keatas itu rada susah karena pijakan kaki kita itu licin dikarenakan air, disitu otot kita bekerja menahan berat badan.

Syudududu, sampailah kita diakhir acara. 30 menit berakhir tanpa terasa, kulit juga mulai gelap, haha. Lengkap sudah weekend kami, perginya naik buggy, pulangnya naik boat ^-^. Buat yang suka permainan air, buruan kesini. Ajak keluarga, temen, sahabat, pacar dll, dsb, dst. Rasakan sensasinya.

Keraton ala Batam

20 comments:

Snorkeling di Pulau Abang Bersama Galang Bahari

November 20, 2016 Eka Handa 28 Comments

Yeay, welcome holiday..

Minggu, 13 November 2016 gue beserta Blogger Kepri berangkat menuju ujung Barelang untuk bersnorkeling ria bersama Galang Bahari. Jam 8.05 wib kita udah berkumpul di Top 100 Aji Stone baca Batu Aji dan langsung berangkat menuju Pulau Galang, pelabuhan PT. PARI. Dalam perjalanan, cuaca kelihatan mendung, gelap, suram, untungnya muka gue ga pernah muram, eaakk. 

Ditengah perjalanan, hujannya sempet datang keroyokan guys, deras banget, gue sempat mikir entah apa jadinya acara snorkeling kami ini -____-. Untungnya hujan berhenti saat kami sampai di pelabuhan. Dua buah boat sudah siap sedia mengantarkan kami ke rumah singgah yang berada di Pulau Nguan. Sebelum snorkeling dimulai, kami berkumpul di Pulau Nguan untuk mendengarkan briefing dari Bang Zack, tentang apa yang harus dan tidak harus kami lakukan. Sebelum naik ke atas boat, kami juga diwajibkan memakai life jacket untuk keselamatan.

Nemo di Pulau Abang

Di Rumah singgah, selain mendengarkan briefing, kita juga langsung diperkenankan mengganti pakaian dan membawa barang seperlunya aja. Yang menjadi point pentingnya adalah:

1. Dilarang membuang sampah sembarangan
2. Dilarang merusak ekosistem laut, misalnya menginjak karang.
3. Dilarang membawa pulang nemo atau hewan lucu yang ada dilaut.

Selain beberapa larangan diatas, kalian juga harus menggunakan sepatu karet atau fin ya guys, ini gunanya untuk melindungi kaki kalian dari bulu babi. Bulu babi adalah salah satu binatang laut yang bentuknya bulat berduri panjang dan berwarna hitam, kalau terkena durinya itu sakit banget dan bikin kalian jadi ga mood buat ngelakuin aktivitas.

Mendengarkan pengarahan dari Bang Zack

Pose bersama sahabat livejournalofasad.com, journaleka.com, zackamega.com

Pulau Ranoh

Lokasi pertama yang kami tuju adalah pulau Ranoh, Pulau Ranoh cakep guys, pasir putihnya halus dan banyak pohon kelapanya. Di pulau ini kita akan memilih perlengkapan snorkeling dan mulai belajar beradaptasi dengan peralatan yang disediakan, cara mengambil nafas di air dan cara berenang bagi yang belum pernah melakukan aktivitas snorkeling. Buat yang belum pernah snorkeling, tenang aja guys, disini kalian bakal ngerasa aman deh, karena guidenya udah pada lulus sertifikasi dan yang paling gue suka disini adalah pemandunya banyak, jadi gue ga ngerasa was-was dan mereka pada care sama peserta yang mereka bawa. Kenapa gue bilang kayak gitu? karena beberapa kali gue snorkeling sempat dilepas gitu aja, sampai keselek minum air, suwer tekewer kewer deh guys, sampai batuk, wkkkk.

Babang guide lagi ngejelasin fungsi alat snorkeling


Dikarenakan gue udah pernah snorkeling, jadi yah gue ngacir sendirian, sambil nyemplungin action cam buat pertama kalinya setelah 4 bulan gue beli. Setelah dirasa cukup, semua peserta dipersilahkan untuk menaiki boat dan menuju ke spot snorkeling pertama yang terletak di Pulau Dedap. Spot pertama ini lumayan dalam, ketinggian air sekitar 3-4 meter. Kemudian kami lanjut ke spot snorkeling yang kedua, disini kita bisa melihat beberapa terumbu karang yang ditanam oleh PT. Ecogreen. Disini kita juga bisa melihat anemonnya ada yang berwarna biru guys, cakep deh.

Siang menjelang, kami bersiap-siap menuju daratan Pulau Dedap untuk makan siang. Menu hari itu adalah ikan gulai asam pedas, sayur kacang panjang dengan kerupuk ikan, kerupuknya enak guys ^-^. Buat yang badannya pegel atau kelelahan bisa tidur-tiduran disini, asik deh. 

Pulau Ranoh

Selesai beristirahat dan makan, kami menuju spot ketiga, yaitu pulau Abang. Terumbu karang disini kelihatan super duper jelas pake banget guys, ini spot paling bagus dari kedua tempat yang kami kunjungi tadi, ketinggian air sekitar 1-2 meter. Ow ia, disini ada dua jenis ubur-ubur loh guys, satu yang bisa dipegang, satunya lagi ga boleh. Kalau kalian nemu ubur-ubur, tanyain dulu sama guidenya, bisa dipegang apa nggak.

Di Pulau Abang ini gue ngerasa free banget, pasalnya gue nyoba beberapa kali nyelam meskipun kadang dibantu biar turunnya cepat, pas udah stabil, gue ngerasa seperti ngefly, ternyata gini rasanya kalo udah free dive. Asli deh, gue seneng banget. Buat kalian, sebaiknya nyobain berenang dan nyelam dulu, biar tau gimana asiknya ^-^.

Nemonya malu malu meong






Udah, gitu aja? 
weeeh, tenang guys, masih ada lagi kok.

Selesai snorkeling di Pulau Abang, kita kembali lagi ke Pulau Ranoh untuk menikmati pantai dan minum air kelapa, tentunya lapar juga yaq, tinggal minta belahin kelapa aja guys sama abang guide yang siap sedia membantu keperluan kalian, nyam nyam, daging kelapanya enaaakkk. Setelah itu kami bersiap menuju Pulau Nguan untuk berbilas dan mengganti pakaian.

Buat yang laparnya suka ga ketulungan, di rumah singgah juga menyediakan pop mie seharga 7rb, kamu udah bisa mengisi perut lagi. Disini juga disediakan teh dan kopi. Ow ia sampai lupa, sepanjang perjalanan juga kalian bakal disediakan air minum, jadi ga perlu khawatir kehausan guys.

Pembagian kelapa di Pulau Ranoh

Buat yang pengen snorkeling kaya gue, kalian bisa langsung menghubungi Bang Zack atau Bang Sani. Tarif normal paket ini seharga Rp 280 ribu per orang dewasa. Dengan membayar segitu, kalian bisa mendapatkan fasilitas transportasi laut pergi-pulang dari Pelabuhan PT. Pari, satu set alat snorkeling, makan siang, teh atau kopi, air mineral, permen, kelapa muda, serta guide bersertifikasi. Selain itu, kalian juga bisa nginap dirumah singgah guys, untuk biayanya, kalian tanyain aja langsung sama bang Zack. Akhir kata, wassalam guys. 

Galang Bahari Wisata 
Zack : 085264634106
Sani  : 081219544538

IG  : @pulauabangtrip
FB : https://www.facebook.com/galangbahariwisata/?fref=ts

Saatnya pulang dengan boat menuju Pulau Batam

Senja dibalik Pulau Nguan


28 comments:

6 Tempat Pilihan Untuk Menikmati Keindahan Senja di Batam

November 09, 2016 Eka Handa 18 Comments

Batam menyimpan banyak tempat untuk menikmati keindahan senja. Cahaya jingga mewarnai cakrawala sesaat sebelum matahari tenggelam ditelan bumi memberikan suasana tenang, nyaman, bahkan romantis, walaupun hadirnya setiap hari dalam waktu singkat, tetapi berhasil membius jutaan pasang mata untuk menyaksikan keindahannya.  Berikut ini adalah rangkuman beberapa tempat yang bisa kamu datangi untuk menikmati keindahan senja di Batam:

1. KTM Resort
KTM Resort adalah salah satu tempat terkeceh untuk menyaksikan senja di daerah Sekupang. Buat yang pengen ke Pantai Tanjung Pinggir, sudah pasti melewati kawasan ini. Pengunjung bias duduk bersantai di Ombak Bar yang tempatnya instagramble banget tanpa harus menginap, tapi harus pesan makan atau minum yah ^-^. Ow ia, disini juga ada patung Dewi Kwan Im raksasa juga loh.

Sumber foto www.adventurose.com

2. Pantai Indah Puri Batam
Kawasan padang golf ini hadir di Batam sejak tahun 1993, terletak di wilayah Patam Lestari, Sekupang - Batam. Sebelumnya tempat ini hanya dikhususkan untuk bermain golf dan penyewa apartement saja. Sejak akhir tahun 2015 sudah dibuka untuk umum, kawasan pantainya terletak di hole 11. Dengan biaya tiket masuk pantai seharga Rp 5000, kamu sudah bisa menikmati keindahan sunsetnya.


3. Nongsa Point
Nongsa Point terletak di timur laut Kota Batam, bersebelahan dengan Turi Beach. Kamu bisa datang ke resort ini tanpa harus menginap, dengan merogoh kocek Rp 200rb, kamu sudah bisa berenang dan mendapatkan makan dan minum. Setelah berenang, kamu bisa berjalan sepanjang pantai, menikmati keindahan resort dan menikmati senja di tempat yang romantis ini. Di sini juga terdapat pelabuhan yacht.

4. Pulau Tunjuk
Pulau Tunjuk secara administratif masih termasuk dalam wilayah Batam. Untuk menuju Pulau Tunjuk, ada beberapa opsi yang bisa kalian pilih guys, bisa dari pelabuhan Punggur atau pelabuhan rakyat yang terletak di Jembatan 2 Barelang. Pulau ini berpasir putih dan pantainya cukup luas, di sini kita bisa camping dan menenangkan diri sambil menikmati keindahan pulau. Pemandangan sunset dan sunrisenya sangat keren.

5. Alun Alun Engku Putri, Batam Centre
Landmark yang satu ini terletak di pusat pemerintahan Kota Batam dan menjadi tempat berkumpulnya warga Batam jika ada event besar. Saat weekend biasanya alun-alun lebih ramai dengan acara senam pagi, latihan marching band, sampai latihan karate. Selain itu, area ini juga letaknya juga sangat dengan pelabuhan ferry internasional Batam Centre, Mega Mall, dan Mesjid Raya Batam. Di sini juga ada jogging track, lapangan basket, dan arena skateboard.
6. Jembatan 1 Barelang
Siapa yang tak kenal landmark Kota Batam yang satu ini. Dibagun oleh Presiden ke 3 Indonesia yaitu Bapak B.J Habibie. Jembatan ini adalah salah satu rangkaian dari tolal enam Jembatan yang menghubungkan Pulau Batam, Rempang, Galang yang disingkat menjadi Barelang. Belum sah dikatakan ke Batam jika belum mampir dan berfoto di jembatan kebanggan warga Batam.

18 comments: