Best Western Premier Hotel Panbil - Oase di Tengah Kota Batam

February 28, 2017 Eka Handa 30 Comments

Sehari sebelumnya, saya sempat melewati Best Western Hotel (BWP) yang terletak di jalan Ahmad Yani, Muka Kuning - Batam. Jika dilihat di malam hari, hotel bintang 4 plus ini terlihat sangat indah dengan lampu yang mengelilingi bangunan hotel. Dari Bandara Internasional Hang Nadim, hanya dibutuhkan waktu sekitar 20 menit untuk mencapai lokasi BWP. Sedangkan dari Pelabuhan Ferry Batam Centre hanya memerlukan waktu 15 menit. Sehingga para tamu yang datang berkunjung juga tak perlu mengeluhkan lokasinya yang jauh kemana-mana. Letaknya yang berada ditengah kawasan kota Batam memberikan nilai plus bagi hotel ini.

Minggu, 26 Februari 2017. Saya menghadiri acara Media and Blogger Gathering yang berlangsung dari pukul 9.30 wib. Begitu sampai, saya lalu mencari tempat dimana acara sedang berlangsung yaitu di Meeting room Hang Kesturi yang terletak di area ground floor. Di Indonesia, BWP Batam adalah hotel ke 13 yang di kelola oleh Best Western. Kantor pusatnya berada di Phoenix, Arizona, Amerika Serikat. Untuk wilayah Asia, Kantor Best Western berpusat di Bangkok. Sedangkan untuk wilayah Indonesia, kantornya berpusat di Jakarta.

Best Western Premier Panbil (BWP)

Mba Hanna, Mba Ince dan Mba Nia 

Tujuan acara ini digelar adalah untuk mengenalkan apa saja yang ada di BWP beserta fasilitas yang ditawarkan. Di dalam ruangan sudah ada mba Hanna Kurniawati selaku Assistant Marketing and Communication (Marcom) Manager, mba Ince Frica dan mba Nia Kurniati selaku Sales Manager BWP Batam. Hotel ini memiliki 233 ruang kamar yang terdiri dari enam tipe. Mulai dari Superior, Deluxe, Executive, Junior, Executive suite hingga Presidential suite. 

Setelah mendengar penjelasan dari mba Hanna dan mba Ince. Kami diajak untuk menikmati coffee break di rooftop yang ada di lantai 15. Sesaat setelah keluar dari lift, angin semilir mulai membelai wajah. Berada di rooftop BWP membuat saya seperti bukan ada ditengah kota Batam, melainkan sedang ada di Eling Bening, sekilas viewnya tampak mirip. Jika di Eling bening ada Danau Rawa Pening, di BWP kita melihat pemandangan Dam Duriangkang, hanya saja dari rooftop BWP tidak ada pemandangan gunung. Woow, saya tidak pernah menyangka, jika dilihat dari ketinggian Dam Duriangkang tampak sangat indah. Seperti oase di tengah hiruk pikuk kota Batam.


La Bella Vitta di lantai 15 (BWP)


Pemandangan Dam Duriangkang dari rooftop Best Western Premier Panbil


Beberapa Jenis Kamar di BWP
Ada tiga jenis kamar yang kami datangi, diantaranya adalah Superrior, Deluxe dan Executive room. Untuk Superrior dan Deluxe Room terdapat dua tempat tidur alias twin bed, desain kamarnya klasik modern. Untuk kamar Superrior viewnya menghadap apartement yang masih dalam tahap pengerjaan, jika melihat ke bawah, kita akan melihat taman yang masih dalam proses pengerjaan. Sedangkan Deluxe room viewnya menghadap jalan dan Dam Duriangkang.

Kamar terakhir yang kami kunjungi adalah Executive room, ruangannya lebih besar dan lebih mahal, hehe. Terdapat sebuah lemari besar, beberapa sofa dan ada bathub di dalam kamar mandi. Secara keseluruhan, fasilitas kamar yang disediakan antara lain adalah LED TV flat screen dengan pilihan berbagai channel, water kettle, hair dryer, wifi, meja kerja, kamar mandi dengan shower dan mini bar yang bisa kita nikmati dan itu free. Terdapat dua macam jenis juice, dua macam snack, dua minuman kaleng dan saru mineral water.

Executive Room

 Superrior Room Best Western Premier

 Deluxe Room Best Western Premier



Fasilitas Hotel
Fasilitas yang ditawarkan pihak hotel selain wifi gratis adalah layanan free call untuk tamu yang menginap di BWP, entah untuk urusan bisnis atau keperluan menelpon keluarga dan itu tanpa bayar. Selain itu ada juga layanan shuttle bus untuk keperluan belanja, tujuannya adalah Mega Mall dan Nagoya Hill. Untuk pengantaran tersedia di jam 10.00 dan jam 12 siang, sedangkan untuk penjemputan tersedia di jam 2.00 dan jam 4.00 sore. Untuk penjemputan tamu juga tersedia, hanya saja terbatas untuk mereka yang minta penjemputan dari dan ke terminal ferry Batam Centre.

Untuk tamu yang akan menjemput dan ada urusan dengan tamu hotel, bisa menikmati snack dan minuman yang tersedia di area lobi hotel. Itu semua bisa dinikmati tanpa bayaran alias free. Area terakhir yang kami datangi adalah kolam renang yang terletak di lantai dua. Terdapat dua kolam yang letaknya berjajar dan dibatasi dengan lantai kayu berwarna cokelat dengan pemandangan hijau dari Dam Duriangkang yang tersaji di depan mata. Disebelah kanan adalah kolam renang untuk anak-anak, disebelah kiri kolam untuk orang dewasa. Selain dua kolam renang tersebut, ada juga kolam jacuzzi, sauna dan steam, serta ruangan fitness. Untuk kolam air panas, saat ini tersedia dari jam 4-6 sore.

Kolam Renang BWP di lantai dua 

Disebelah lobi hotel diantara kedua bagunan, terdapat sebuah taman yang masih dalam tahap pengerjaan. Tersedia beberapa kursi berwarna abu-abu, disudut taman juga terdapat kolam air dan beberapa tempat untuk bersantai ria. Di sekitar taman juga sudah ada tempat refleksi injak batu untuk membantu memperlancar sirkulasi darah. Mushola sendiri terletak di area ground floor.

Meskipun hotel ini bertaraf internasional dan terlihat modern. Pemilik hotel, Bapak Johanes Kennedy tidak langsung meninggalkan nilai kearifan lokal dari budaya Indonesia, yaitu Melayu dan Batak. Melayu karena Batam adalah adalah bagian dari Kepulauan Riau yang mayoritas penduduk awalnya kebanyakan bersuku Melayu. Sedangkan Batak adalah tanah asal dari pak Johannes sendiri. Hal itu terlihat dari pemilihan nama ruangan yang ada di hotel ini. Terdapat beberapa meeting room yang di namai Hang Jebat, Hang Tuah, dan Hang Kesturi, mereka adalah para pahlawan dan tokoh legendaris Melayu pada masa pemerintahan Kesultanan Malaka. Selain itu ada Nongsa, Nipah dan Natuna. Ketiga nama itu tak lain adalah nama tempat yang terletak di Kepulauan Riau.

Untuk nama Batak, diantaranya adalah Sisoding Grand Ballroom yang bisa memuat sampai 1300 orang, Sisoding adalah nama sebuah tempat di Tapanuli Utara, Sumatera Utara. Silangit Executive Lounge di rooftop yang terletak di lantai 15, Silangit adalah salah satu nama bandara yang ada di Sumatera Utara. Andaliman restaurant yang bisa menampung sekitar 150 orang, andaliman adalah bumbu masakan khas Batak yang rasanya pedas dan berbau khas. Ada pula Sing Sing So Karaoke and KTV, Sing Sing So adalah salah satu judul lagu Batak yang cukup sering dinyanyikan dan sering diperlombakan dalam bentuk paduan suara.


Ruang Karaoke Sing Sing So

Best Western Premier Panbil - Batam
Jl. Ahmad Yani, Muka Kuning, Batam 29433, Indonesia
Telp : +62778371888
Web : www.bestwestern.com

30 comments:

Pesona Ngarai Sianok - Sawah Unik di Sumbar

February 21, 2017 Eka Handa 23 Comments

Liburan dadakan ini ga pernah terbayangkan dalam benak gue. Tak kurang dalam waktu 2 hari dan tanpa ngabarin sebelumnya ke emak, gue langsung beli tiket pesawat dari Batam ke Padang. Bukan karena gue melangkahi emak gue, tapi gue udah punya jawaban jitu, dan pasti gue dikasi ijin, jadi gue pede aja gitu. Di kehidupan gue sebelumnya, acara jalan-jalan selalu dilakukan dengan ijin orang tua, minimal sebulan sebelum keberangkatan dan harus punya temen segambreng, buat menjaga satu sama lain, karena ortu takut kalau gue kenapa-kenapa di jalan. 

Ini adalah kedua kalinya gue menjejakkan kaki di Tanah Minang. Pertama kali di tahun 2013, itu adalah kali pertama gue naik pesawat. Judulnya tetep ngikutin temen pulang kampung, alhasil ya cuma jadi penonton yg diarahkan kesana dan kesini, hehe. Tapi sekarang beda, alasan gue jalan-jalan kali ini adalah untuk belajar mandiri, karena biasanya saat gue melakukan perjalanan, semuanya selalu diatur temen gue, mulai dari pemesanan tiket pesawat, penginapan, pemesanan kereta, serta serba serbi selama traveling dll, dsb, dst. Kerjaan gue cuma ngikutin aja a.k.a followers.

Singkat cerita, terbanglah gue bersama sobat karib yang setia nemenin gue kemana-mana. Gue yang menjadi penunjuk arah, dari mana mau kemana dan bagaimana selanjutnya. Pilihan liburan di hari pertama kami adalah Ngarai Sianok. Sebuah lembah curam yang terletak di perbatasan kota Bukittinggi, di kecamatan IV Koto, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Dari Ngarai Sianok, kita bisa mengunjungi beberapa tempat, antara lain adalah Menara Ngarai Sianok, Lobang Jepang, Janjang Koto Gadang dan sawah unik dengan jalan berkelok.

Sawah unik di Ngarai Sianok

Saat itu udara cukup panas, dari Jam Gadang, kami berjalan mencari angkot menuju Ngarai Sianok dan diturunkan di persimpangan jalan menuju Janjang Koto Gadang. Dilanjutkan dengan berjalan santai, sebelum menuju Lobang Jepang. Disebelah kiri jalan terlihat tangga menuju atas bukit, lalu kami bertanya pada seorang bapak yang kebetulan sedang olah raga sore. Di atas bisa lihat pemandangan bagus, kalian tinggal naik aja, "kata si bapak". Setelah naik tangga, belok kanan melalui deretan kuburan dan kami melihat sebuah menara.

Menara Ngarai Sianok

Jalan menuju Janjang Koto Gadang

Tidak ada biaya pungutan untuk menaiki menara. Pemandangan dari atas terlihat begitu indah. Angin bertiup cukup kencang dari atas. Hal yang perlu diperhatikan saat menaiki menara, jangan memberi makan saat sedang berada diatas ketinggian karena monyetnya rada ganas sama makanan. Alih-alih mengusir monyet, tau-tau bisa jatuh. Setelah puas menikmati sajian indah di depan mata, kami lalu melanjutkan perjalanan menuju sawah unik dengan jalan berkelok. Jalannya terbuat dari beton dan terlihat meliuk liuk seperti ular.

Tempat terakhir yang kami kunjungi selanjutnya adalah Janjang Koto Gadang. Ini adalah tembok replika dari Great Wall of China. Ya, secara sepintas bentuknya memang mirip sama tembok besar yang ada di China. Sebelum sampai ke Janjang Koto Gadang, kita harus melewati jembatan gantung yang bisa disebrangi maksimal 20 orang. Kelamaan di jalan, kami sampai lupa waktu. Langit masih terlihat terang saat adzan maghrib berkumandang dan kami mulai panik.
Sawah Ngarai Sianok - Bukittinggi
Janjang Koto Gadang

Eh Ka, "gimana nih, ternyata udah Maghrib tapi langit disini masih terang". ucap temen gue, beda sama langit di Batam, kalo Maghrib udah mulai gelap.

Yaudah, yuk kita foto bentar, trus pulang. Sahut gue.

Tapi gimana cara pulangnya? *krik krik*.

Sambil berjalan, kami bertemu dengan tujuh orang anak yang kebetulan sedang berada di area situ dan bertanya.

Gue : Bro, "Kalian kesini naik apa?"
Bro : Jalan kaki sist, *padahal bohong*
Gue : Yawda, barengan kita ya.
Bro : Oke, sambil ngebanyol di jalan.

Mereka adalah Rian, Sofyan, Jery, Yandi, Bawi, Midun dan Adri yang berasal dari Jambi. Hari pertama kami di Bukittinggi adalah hari terakhir liburan mereka. Tak lama berjalan, sampailah kami di parkiran. Sambil berbincang, ternyata mereka menawarkan tumpangan sampai ke Jam Gadang, kami yang lelah berjalan dan hari sudah mulai gelap merasa tertolong dengan kebaikan mereka. Bukan cuma memberi tumpangan, tapi mereka juga memberi hiburan gratis yang sampai sekarang masih bikin gue ngakak saat ngeliat foto bareng mereka.

Malam minggu, 10 Februari 2017 kami habiskan dengan berfoto di Jam Gadang dan bicara ngalor ngidul, sampai salah satu dari mereka datang dan memberi kami gelang. Hahaha.. nice banget buat gue. Mereka bukan pelawak, tapi mereka lucu. Mereka bukan orang yang gue kenal sebelumnya, tapi gue ngerasa kayak udah kenal lama sama mereka.

Akhir kata, wassalam. Semoga kita bisa ketemu dilain kesempatan guys.

Temen baru dari Jambi


23 comments:

Cara Praktis Membahagiakan Orang Tua

February 20, 2017 Eka Handa 10 Comments

Di era digital yang semakin canggih ini, sebagian manusia yang melek internet benar-benar diuntungkan dengan berbagai kemudahan yang ditawarkan oleh pelaku pasar. Semua dilakukan secara online, mulai dari membayar tagihan listrik, pulsa, memesan tiket pesawat, membayar pesanan hotel, bahkan kebutuhan primer seperti belanja baju dan perlengkapan rumah tangga. Gue adalah salah satu orang yang diuntungkan dengan keberadaan internet.

Sebagai seorang yang senang jalan jalan, waktu libur banyak gue habiskan dengan berbagai kegiatan diluar rumah dan sesekali menemani emak gue mengunjungi saudara. Gue lebih suka jalan dan menghabiskan waktu melihat pemandangan alam, dari pada ke Mall, ya sama sih kayak emak gue, hehe. Emak suka pusing kalo belanja kelamaan di Mall, a.k.a "bingung milih mana yang lebih bagus" alasan lain, karena mall selalu rame, apalagi saat menjelang lebaran, Mall selalu penuh sesak dan si emak ga bisa jalan jauh, kakinya cepet cape'.

Begitulah sekelumit permasalahan gue, akhirnya belanja online jadi solusi praktis untuk emak gue, doi lebih seneng milih sambil dibantuin sama anaknya, kita milih bajunya bareng. Jadi kita sama-sama seneng. Untuk urusan belanja online, gue lebih suka belanja di Tokopedia, tinggal pilih, tinggal klik koleksi Jilbab Khimar barangnya bagus dan pastinya bikin si emak seneng, milih tanpa tenaga, tanpa cape’ jalan sana sini. Tinggal tunjuk, terus nunggu beberapa hari, barangnya sampe ditempat tujuan tanpa ribet.

Hal ini yang bikin gue disayang sama orang tua. Karena sesungguhnya, membuat orang tua bahagia adalah tugas setiap anak. Tanpa orang tua, anak-anak seperti kita nggak mungkin terlahir ke dunia, hehe. Jadi buat kalian yang punya masalah yang sama dengan gue, bisa banget check Fashion Muslim di Tokopedia semua serba lengkap. Belanja lebih aman, banyak pilihan. Jika ada kelebihan pembayaran, semua tersimpan didalam saldo dan bisa digunakan lagi untuk berbelanja. Selain itu gue juga sering menggunakan layanan isi pulsa dari Tokopedia, dari pada emak beli pulsa diluar, mending gue yang beliin, tinggal klik, pulsanya udah masuk.

Satu lagi nih yang gue suka dari kalo belanja di Tokopedia, ada fitur return barang. Seandainya barang yang kita beli tidak sesuai dengan pesanan, tapi sejauh ini selama gue belanja, aman-aman aja sih. Selain itu, kadang juga ada promo gratis ongkir dengan syarat harus punya saldo di Tokopedia, lumayan banget bisa menghemat. Sebagai pelanggan ya gue seneng. So gals, happy shopping.







10 comments:

Snapseed - Aplikasi Edit Foto Terbaik yang Wajib Kamu Miliki

February 14, 2017 Eka Handa 20 Comments

Traveling menjadi salah satu hal paling penting untuk mencegah berbagai macam penyakit, mulai dari penyakit ringan sampai penyakit berat. Salah satunya itu penyakit hati, hehe.. Dengan mengunjungi tempat yang pemandangannya indah, otak menjadi fresh dan pemikiran kita sedikit terbuka dan ga bakal mikirin dan kepoin kehidupan orang lain, karena hidup kita aja jadwalnya udah padat, hehe. Selain itu kita juga akan lebih mensyukuri nikmat sehat dan sedikit rejeki yang Allah berikan untuk modal jalan-jalan dan melihat keindahan yang telah diciptakan.

Sebagai anak yang simple dengan berbagai kebutuhan, gue juga suka berbagi tempat indah sama temen-temen gue. Dan kali ini gue bakal share aplikasi edit foto terbaik yang bikin gue jatuh cinta, soalnya fitur yang ditawarkan nyaris lengkap, mereka terus memperbarui aplikasinya dan itu gratis alias free. Siapa sih yang ga bakal tergoda ya kaaaann?

Okay, tanpa basa basi, langsung gue kenalin sama aplikasi edit foto yang ciamik itu ya guys. Namanya adalah Snapseed, kalian bisa langsung download di playstore. Kenapa mengedit foto bisa jadi bagian penting dalam sebuah foto? karena ga semua orang bisa ngeluarin duit dan membeli gadget canggih dengan harga selangit yang bisa bikin foto cling cling, cerah dan warnanya cetar. Karena hukum "yang mahal lebih bagus itu emang nyata adanya", hehe. Jadi aplikasi penolong ini cocok banget buat pengguna gadget dengan harga menengah. Untuk urusan saturation, brightnes, shadows etc, bisa kita atur sedemikian rupa.

Alasan classic setiap orang adalah pengambilan foto yang miring, terkadang saat kita fotoin orang, hasilnya bagus alias balance kiri kanan, atas dan bawah. Tapi pas giliran kita diambilin, objek foto jadi miring. Hehe, jangan buru-buru kesel guys, karena itu bisa diperbaiki kok dengan aplikasi.

Berikut adalah hasil dari editan snapseed.


Hasil foto setelah di edit, menegaskan warna dan menambah kesan tajam pada foto 

Foto asli sebelum di edit

1. Saturation, brightness, contras.
Open foto -> Nah disini kalian pilih foto yang mau di edit, lihat ke kanan bawah ada tanda pen, klik, lalu muncul beberapa tools. Untuk yang simple, klik tune image -> sentuh layar, akan muncul 7 jenis pilihan seperti saturation, ambience, shadows etc. Atur sesuai pilihan kalian, lalu klik tanda centang dipojok kanan bawah. Untuk mempermudah, gue bakal kasi contoh, foto pertama gue pake tools Tune image sama details.



2. Perspective
Tools yang satu ini fungsinya untuk meluruskan hasil foto yang diambil. Hasil foto yang baik adalah sesuatu yang balance antara kanan, kiri, atas dan bawah, tidak memotong object utama pada foto. Itu menurut gue sih, yang masih newbie dalam jepret jepret foto, hehe. Untungnya ada yang begini di snapseed, jadi foto gue ga kebuang percuma, eaak..

Sebelum di edit, gambarnya kelihatan miring. Setelah melalui proses perspective, tarik sana sini. Akhirnya foto bisa jadi lurus, penonton yang ngelihat juga kepalanya ga perlu miring-miring, hehe. Lihat di foto pertama

Ada empat pilihan untuk menyeimbangkan foto, pilih yang menurut kalian paling pas.

3. Warmth
Warmth atau suhu pada foto, bisa kalian adjust juga. Jika foto di alam terbuka, dan cuaca terlalu panas atau silau, hasil foto akan terlihat menguning. Hal itu bisa kita siasati dengan mengurangi suhu pada foto. Contohnya untuk foto dibawah ini, diambil saat cuaca lagi panas-panasnya, diatas cuaca normal. Kebetulan saat itu cuaca lagi extreme, take foto di jam 5 sore, panasnya sama pas kayak jam 12 siang.

 Foto yang belum di adjust
Foto sesudah di adjust

Akhir kata, wassalam. Tulisan ini gue dedikasikan buat yang suka nanya, gimana sih Ka, cara ngedit foto yang bagus? 

Gue bukan pro, tapi gue disini masih belajar, berhubung ada yang nanya dan gue tau jawabannya, ya gue bagiin, semoga apa yang gue share bisa bermanfaat ^-^.

Btw, masih ada satu lagi sih kegunaan snapseed yang belum sempat gue bagi, yaitu healing. Besok bakal gue update dah. bye bye..

20 comments:

Padang Pasir Bintan - Busung, Seri Kuala Lobam

February 07, 2017 Eka Handa 14 Comments

Padang Pasir ini terletak di desa Busung, Seri Kuala Lobam - Bintan. Sekitar tahun 2015 padang pasir Busung mulai ngehits dikalangan anak Istagram Kepri. Dahulunya tempat ini adalah lahan tambang pasir, tapi sekarang aktivitas pertambangan sudah dihentikan. Awalnya gue penasaran sama padang pasir yang satu ini karena jauh sebelum tambang pasir ini ngehits. Teman gue udah pergi duluan kesini, tapi dia cuma bilang lokasinya di Lobam tanpa menjelaskan itu dimana, dan dia udah foto di tempat itu sekitar tahun 2013.

Gundukan pasirnya memang terlihat menarik buat para pengunjung, terkstur pasirnya terdiri dari butiran yang cukup kasar. Siapa sangka, lahan yang dulunya menjadi tempat untuk mengeruk pasir dan merusak lingkungan sekarang berubah menjadi pilihan tempat untuk berwisata. Karena pada dasarnya, tidak semua yang salah menjadi hal yang salah juga dikemudian hari. Jadi kalau kalian datang kesini, mesti kreatif dalam mengambil angle. Walau gundukan pasirnya luas, disekeliling lokasi juga masih terdapat pohon. Buatlah foto kalian sekreatif mungkin biar keliatan kayak lagi di gurun pasir manaaa gitu.


Untuk menuju lokasi padang pasir ngehits ini, kita harus berkendara dari pelabuhan roro, jaraknya sekitar 14km atau sekitar 20 menit menempuh perjalanan jika tidak macet. Untuk memudahkan perjalanan sebaiknya kita menggunakan jasa sewa mobil yang sudah menjamur di pulau Bintan bak jamur yang muncul dikala petir dan hujan datang ^-^. Harganya juga relatif terjangkau, sekitar 250-300rb per mobil, dan bisa lepas kunci.

Area penambangan pasir yang dulunya bebas dimasuki siapa saja sekarang sudah berubah menjadi tempat komersil. Di sana sudah tersedia berbagai macam properti ala-ala gurun pasir dan dikenakan biaya untuk berfoto bersama objek tersebut. Jadi buat yang belum pernah main ke sini, sempetin waktu deh ya menjelejahi indahnya alam Kepri. Masih banyak destinasi menarik yang bakal bikin kalian jatuh cinta. 

Dikarenakan area tambang pasir ini sangat luas dan satu lagi yah mentemeeeen, jika kita sampai di lokasi ini pas matahari masih terlihat, dijamin tempat ini panas banget, hehe, jadi gue sarankan untuk membawa payung atau memakai topi lebar biar ga kepanasan.


14 comments: