Dia..

September 30, 2013 Eka Handa 0 Comments

Assalamualaikum wr wb..

Today, just wanna tell about her.. my lil sist, very proud of her..
Dia hanya seorang cewek biasa, simple dan sederhana, aku salut padanya.. saat dia menjalani proses kelahiran anak pertamanya.. aku baru sadar kalau Al-Qur'an, kitab suci yang Allah SWT turunkan kepada nabi Muhammad SAW sangat teramat ajaib.. dia juga yang mengajak dan menggalakkan aku untuk memakai jilbab.

Hal yang bikin aku salut adalah seumur hidupnya dia hanya satu kali pacaran, dan pacar pertamanya menjadi suaminya, sungguh beruntung adikku.. semoga dia sekeluarga diberi rahmat dan kebahagiaan sepanjang hayat.. well aku mau cerita soal proses kelahiran anak, ponakan, cucu, dan cicit pertama untuk keluarga kami.. dilahirkan oleh seorang wanita bernama Tri Opiyani, bersuamikan Nazaruni Zainal, dan sang anak diberi nama Viona Shakila, Vio adalah kebalikan dari nama sang Ibu, Na adalah nama dari sang Ayah, shakila berarti gadis cantik..

Sebenarnya prediksi dokter, Viona akan lahir pada hari ini 30 Sept 2013, tapi Vio sudah tidak sabar untuk menatap dunia, secara kebetulan adikku pergi memeriksakan kandungan, dan mereka sempat bingung saat dokter bilang adikku sudah bukaan 1 pada tanggal 19 Sept jam 21.34wib, karena adikku tidak merasakan sakit jadi mereka disuruh pulang dulu, setelah mendapat sms, aku langsung googling mengenai bukaan satu.. dari berbagai blog banyak pengalaman orang2 setelah bukaan pertama menuju bukaan selanjutnya itu agak lama rentang waktunya.. jadi kami masih merasa aman..

Pagi itu suara agak berisik, jadi aku mencoba menyimak kata yang diucapkan oleh ibu & adikku, ternyata mereka bersiap2 untuk berangkat kerumah sakit jam 6.00wib, sampai disana ternyata adikku sudah bukaan lima, aku was2, mau kerja atau langsung kerumah sakit.. setelah mandi aku menelpon suami adikku berulang kali, dan aku memutuskan untuk mengambil cuti dan langsung pergi ke rumah sakit.. begitu sampai ternyata keponakanku sudah lahir pada hari jum'at tanggal 20 Sept 2013, jam 7.57 wib.. proses normal, berat 2.4kg, panjang 45cm.. hehe.. Alhamdulillah proses yg sungguh cepat.. hanya sekitar 9 jam setengah setelah bukaan pertama..

Mungkin kemudahan itu diberikan oleh Allah karena pada saat hamil adikku rajin membaca Al-Qur'an, dia sempat mengkhatamkan bacaannya sampai juz 30 ditanggal 19, tanggal 20 dia diberikan hadiah keselamatan dan kelancaran proses kelahiran anak pertama penerus keluarga kami, Terima Kasih ya Allah.. ^_^.

0 comments:

Crochet, Baby Shoes..

September 14, 2013 Eka Handa 2 Comments

Assalamualaikum wr wb..

Hobi ini sudah lama sekali saya tinggalkan, hampir setahun benang rajut, hakpen dan teman-temannya yang lain tidak pernah saya sentuh, alasannya ya karna moody, up and down. Sejenis syndrome yang dialami oleh anak labil seperti saya.. hehe.. Sempat juga sih pas ke toko buku dan ngeliat sebuah buku crochet pola sepatu buat baby, lucu-lucu bangeeeettt, tapi mau beli juga buat apa??.. belom punya anak, menikah juga belom, calon pacar juga belom ada. Dengan berbagai pertimbangan, dari pada bukunya dibeli tapi ga' kepake mending beli sepatu baru.. hahaha... bukunya dilepas deh..

Eng ing eng... Saya ini anak sulung dari tiga bersaudara, anak kedua cowok, yang ke tiga cewek, dan yang cewek paling bungsu beruntung banget dikasi jodoh cepat oleh ALLAH. Mereka menikah di pertengahan bulan Desember 2012 dan sekarang usia kandungannya sudah memasuki 9 bulan, perkiraan dokter babynya bakal lahir di akhir September atau Awal Oktober, karena baby udah mau lahir.. jadi bingung mau bikin apa gtu sesuatu yg lucu buat baby. Setelah googling model sepatu baby di internet saya baru teringat akan buku yang mau dibeli tapi ga' jadi beberapa bulan yang lalu. Akhirnya setelah pulang kerja saya langsung pergi main ke Gramedia BCS, beli deh bukunya..

Setelah googling saya baru tau kalo benang-benang itu banyak banget model dan warna. Ada juga benang yang mempunyai gradasi warna. Bukan cuma benang wol yang berbulu-bulu itu. Aduh parah deh, saking keranjingan dapat satu info baru, saya jadi loncat-loncat dari situs sini situ dan beberapa sodaranya yang lain. Finally saya menemukan benang-benang keren disalah satu toko benang online. Penasaraaaaann? ya iyalah, secara saya dapat mainan baru yang keren.. haha.. langsung deh saya pesan benang secara online, lalu duduk manis aja di rumah menunggu pesanan sampai di depan mata.

Tadaaaaa.. ini dia sepatu baby hasil dari benang katun sembur yang saya beli online

Saya was was juga bisa bikin sepatu baby mengikuti pola, soalnya pas dibikin bentuknya ga' mirip kaya' sepatu.. hehe.. Akhirnya setelah tuoch up sana sini, jadi deh sepatu buat baby. Karya pertama dari Eka Handa memakai benang keren itu, bangga? ya pasti lah bisa menghasilkan sesuatu dari kedua tangan saya, tapi tidak menjadikan saya menjadi orang yang sombong, cuma sedikit bersuka cita saja ^_^

2 comments:

Journey Malaysia (Day 4, *JB - Batam*)

September 14, 2013 Eka Handa 2 Comments

Assalamualaikum wr wb..

Ini adalah hari terakhir di Malaysia, Ane udah ga' sabar pengen pulang ke tanah air. Setelah check out, kami jalan kaki menuju pelabuhan Stulang Laut. Sakit di telapak kaki baru terasa setelah hari ke empat, akibat naik tangga di Batu Caves. Kami mengambil Ferry jam 10.00 pagi waktu setempat. Sebelum pulang kami menyempatkan diri untuk membeli nasi ayam seharga RM8 untuk dimakan didalam kapal. Setelah itu kami boarding pass dan dikenakan tax sebesar RM15. Rasa lega menyelimuti perasaan karena bisa kembali ke Batam.

Budget udah tipis, jalan deh.. hehe..

Jam 12.45 kami sampai di Pelabuhan Internasional Batam Centre.. hmmm... Ane bingung mau pulang pake apa. Adek kerja, jadi ga ada siapa-siapa yang bisa diharapkan untuk menjemput. Akhirnya ane memutuskan untuk naik bus kota Batam. Harga sekali jalan jauh dekat udah naik, dulu RP 3.000 sekarang jadi RP 4.000 dan bisa dihitung jari sih, seumur hidup ane cuma dua kali naik angkutan umum yang satu ini termasuk hari ini. Aampe di halte ane talipun adek buat pinjam motor, yaaaaaaa nasiiiibbb, belom sempat pulang malah di talipun orang dari kantor minta tolong benerin report. Terpaksa deh nagkring bentar nyelesain kerjaan. Setelah siap, baru deh ane ketemu orang rumah. Selesai sudah petualangan di tanggal 12 Agustus 2013.

Alhamdulillah, perjalanan di Malaysia ini mendewasakan diri ane, dulu ane cuma bisa ngikutin ortu aja jalan dibelakang, taunya minta ini itu.. merengek kalo ga' dikasi, kemana-mana juga selalu minta dijemput, tapi itu waktu kecil sih.. hehe.. Disini ane jadi mulai terbiasa untuk bertanya dan mencari informasi bagaimana bila hendak kesini, kesitu, naik apa, dan yang paling penting lagi ane jalan-jalan pake uang hasil jerih payah sendiri, Merdekaaaaa.

2 comments:

Journey Malaysia (Day 3, *Batang Kali - KL - JB*)

September 13, 2013 Eka Handa 2 Comments

Assalamualaikum wr wb..

Sekarang hari ke tiga mengadu nasib di negeri orang, bagaimana cara bertahan hidup, dan bagaimana caranya pulang ke tanah air.. hari telah berganti.. rencana kami akan pulang tanggal 11 Agustus, jadi kami bersiap2 check out dipagi hari sekitar jam 9, jalan kaki lagi menuju halte bus.. dari Batang kali kami harus 2x naik bus untuk mencapai stasiun Puduraya, pertama kami harus menuju halte bus Rawang ongkos perjalanannya RM2 per orang, sedangkan ongkos dari Rawang ke Puduraya RM3, dari Batang Kali menuju Stasiun Puduraya diperlukan waktu sekitar 3 jam 20 menit.

Setelah sampai ke Puduraya.. kami mencari tiket untuk menuju terminal bus Larkin, tapiiiiii... asem banget.. tiket pergi kami dapat RM35.. pulangnya RM50.. itupun kami harus lari2 cari Terminal Bersepadu Selatan (TBS).. hmm.. jadi kami tinggalkan sebentar loket tersebut untuk mencari perbandingan harga.. tambah aseeeemmm.. harga tiket yg lain sama aja mahalnya.. terpaksa kami balik lagi.. ternyata tiketnya udah abis, adanya juga jam 3 sore.. sementara kami harus mengejar kapal jam 5.30 petang menuju Batam, akhirnya kami mutar2 lagi.. harga tiketnya juga semakin naik.. mereka kasi RM55.. apa nggak asem tuh??? terpaksa deh ngambil tiket ituh..

Tantangan di hari ketiga belum berakhir, sebelum menaiki bus, kami dipandu oleh calo tiket bus.. kami harus berjalan beberapa blok, dan itu lumayan jauh, ditengah rintik2 hujan pula.. jalan punya jalan, akhirnya kami kesal karna tak kunjung sampai.. pake nyebrang2 lagi.. setelah itu yaaaaa... sampe juga di TKP.. kekecewaan tetap berlanjut.. karena setelah jauh2 berjalan.. bus yang akan kami naiki berbeda jauh dengan yg kami naiki pada saat di JB menuju KL.. kami harus menaiki bus sekolah, apa boleh buat, nasi sudah menjadi bubur -___________-

Sampai diterminal Larkin kami mencari taxi, pulangnya kami malah dapat taxi murah, RM10 saja.. sedangkan ongkos taxi dari pelabuhan Stulang Laut ke Terminal Larkin, kami harus bayar RM20, ternyata kita harus naik taxi yang berargo kalo mau murah.. nasib tidak berpihak.. kami sampai di pelabuhan Stulang laut jam 5.00 waktu setempat.. tapi apesnya.. schedule di tiket sama actualnya beda, karena masih suasana lebaran.. kami terpaksa menelan pil pahit.. gagal pulang ke Batam, budget pun sudah menipis..

suasana pasca berjuang mengejar Ferry

Dengan kecewa kami meninggalkan pelabuhan Ferry, kami tidak tau mau menginap dimana malam itu, mau menginap di kawasan The Zon, sewa kamarnya mahal, jadi kami jalan kaki mencari penginapan murah disekitaran pelabuhan, makin lama makin jauh uey.. kami pun berembuk mengeluarkan uang yang masih tersisa didalam dompet.. celakanya setelah mengeluarkan dompet, ane lupa mengunci resleting tas, setelah itu kami nyebrang jalan, saking banyaknya kendaraan lewat, jadi kami harus lari2.. pas lagi lari2.. plek.. sepatu ane yang kece & cable data jatoh ditengah jalan raya.. -_____-.. huhu.. panik.. untung ada pak cik Chai yang dengan sigap ngambilin barang2 ane.. akhirnya barang ane selamat.. Alhamdulillah sesuatu..

Dan akhirnya sodara2.. kami pun sampai dipenginapan, check punya check ternyata uang ringgit setelah pengumpulan bersama sudah habis, untuk menginap, harus kasi deposit, untungnya uang SGD masih ada didalam dompet ane, selamat juga.. hehe.. aktivitas dihari ke tiga tidak terlalu menguras tenaga, jadi kami belum mengantuk, setelah check in, kami keluar lagi untuk menikmati suasana pinggiran laut Johor Bahru, setelah mengantuk, baru kami pulang dan tidur.. selesailah cerita di tanggal 11 Agustus 2013.

*To Be Continued*
Journey Malaysia (Day 4, *JB - Batam*)

2 comments:

Journey Malaysia (Day 2, KL *Bukit Bintang - Batu Caves - Genting Highland - Batang Kali*)

September 13, 2013 Eka Handa 4 Comments

Assalamualaikum wr wb..

Cerita hari kedua berlanjut ^-^
Agenda dihari kedua adalah jalan-jalan ke Batu Caves dan Genting Highland, masih ngantuk siiihhh, tapi perjalanan harus tetap dilanjutkan. Setelah keluar dari penginapan, kami rada kaget ngeliat jalanan yang tadi malamnya rame. Dipagi hari langsung berubah jadi jalanan yang sepi tak berpenghuni. Sebelum melanjutkan perjalanan kami singgah sebentar untuk sarapan, setelah kenyang kamipun melanjutkan petualangan dengan berjalan kaki untuk menuju stasiun KL Sentral. Setelah bertanya pada orang yang sedang lalu lalang akhirnya sampai juga, destinasi pertama adalah Batu Caves. Harga tiket pergi dijual seharga RM 1, sedangkan tiket harga pulang dari Batu Caves ke KL Sentral dijual seharga RM 2, kenapa bisa beda ya?? ah entahlah..
Jalan sekitaran stasiun KL Sentral saat pagi hari


Singkat cerita, sampailah kami ditempat tujuan. Batu Caves sendiri adalah sebuah perbukitan yang ramai dikunjungi karena memiliki kuil di dalam gua sebagai tempat beribadah umat Hindu. Untuk mencapai kuil, kita harus mempersiapkan diri untuk menaiki 272 anak tangga. Benar-benar sesuatu yang rempong cyiiiinnn, ditambah lagi cuaca yang sangat terik, matahari saat itu bersinar terlalu gagah berani menantang tipisnya kulit kami. Selain memiliki kuil didalam gua, Batu Caves juga memiliki patung besar bernama patung Dewa Murugan, patung tersebut dilapisi dengan cat emas yang didatangkan langsung dari Thailand.
 
Baru sampe Batu Caves, klik.. jadi deh poto si Chai, Eka, Yanti, Agus
kalo ga pengen cape dan rempong.. kalian bisa narsis aja di depan patung Dewa Murugan, ga perlu naik tangga ngos-ngosan.. tapi ga seru juga kalo udah datang tapi ga ngeliat isi dalam gua.

Nih pengalaman pada saat naik tangga, cape banget yah? eeeeeaaa, secara kita bakal naikin 272 anak tangga, ditambah lagi dengan kondisi kaum perkotaan seperti kita-kita yang jarang banget berjalan kaki, apa lagi naik bukit, ditengah teriknya matahari lagi. Asli cyiiiiiinnn, pegel. Rasa pegelnya ga berasa pada hari itu sih, terasanya baru sehari setelahnya. Rasanya komplit, betis jadi serasa mengeras, bokong jadi pegel -______- dll, dsb, dst.. bayangin aja sendiri.. cakiiidh..

Setelah sampai di puncak ya kita pada seneng doong bisa ngeliat pemandangan dari atas, bisa ngeliat bebatuan yang runcing dari dalam gua, bisa ngadem sebentar.. tapi yang ga enaknya tuh monyetnya rada ganas minta makan, trus ada bau-bau taee kelelawar gitu.. bikin ga nyaman. Setelah puas mandangin isi yang ada didalam gua, kami pun langsung capcuss menuruni anak tangga lagi, jalan kaki lagi, nutup-nutupin muka lagi, pandang-pandangan lagi, ketawa tiwi lagi, pokoknya lagi dan lagi deh..

Batu Caves selesai, saatnya pulang kembali menuju stasiun KL Sentral, setelah sampai kami pergi mencari tempat penjualan tiket bus menuju Genting Highland, sembari mencari-cari, Alhamdulillah yaaa, dapat beli pashmina buat kenang-kenangan meskipin cuma sehelai. Back to the ticket to Genting. Nyarinya rada lama karena tempat penjualan tiketnya tersembunyi, jadi kalo kalian lagi disana, jangan ragu untuk bertanya, supaya langsung tepat sasaran, ga perlu muter-muter nyari tempat penjualan tiketnya.

Harga tiket ke Genting, Bus + skyway seharga RM10.3 oke fine, tiket sudah di tangan, tapi perut juga udah minta diisi lagi. Akhirnya kami membeli burger king seharga RM6.5 setelah itu kami mengejar bus, hahaha.. ga lengkap juga rasanya kalo ga lari-lari. Nasib kami hari itu cukup baik, setelah berlarian dan sampai ke dalam bus, baru nyadar kalo kami adalah penumpang terakhir, pas pula tempat duduknya untuk 4 orang. Bapak-bapak yang ngantri tiket bus dibelakang kami harus puas untuk menunggu jadwal bus selanjutnya, kalo ga salah sih jadwal selanjutnya jam 5 sore..

Perjalanan dari KL Sentral menuju Genting memakan waktu sekitar 1 jam, setelah itu kita diberhentikan disebuah tempat untuk melanjutkan perjalanan menaiki skyway atau cable car, Astagaaa, setelah menaiki beberapa eskalator, kami disuguhkan dengan pemandangan yang sumpek. Antrian panjang, ada dedek bayi, anak balita, remaja belasan tahun, bapak-bapak, ibu-ibu, om-om, tante-tante, nenek dan kakek, beserta rombongan mereka. Belom antri udah eneg duluan, mana capek naik turun tangga belom ilang. Sekarang mesti ikutan ngantri lagi berdiri hampir dua jam. Komplit lah, asem banget rasanya.. 
Noh cable carnya.. ngelewatin hutan, sunyi sepi. Naiknya sih cuma sebentar.. tapi ngantrinya hampir dua jam, cape' banget chuy.

Setelah menaiki cable car, sampailah kami di Genting Highland. Salah satu tempat wisata kebanggaan Malaysia, seneng?? ya pasti lah, tapi sayangnya cuaca pas kami sampai kesana kurang dingin, jadi kurang berasa gtu kalo lagi di atas pegunungan. Saat sedang asyik menikmati suasana, lagi-lagi kami diingatkan oleh waktu yang mepet. Mau jalan-jalan mengitari tempat wisata susah chuy. Hhari menjelang malam, akhirnya kami mutar-mutar seadanya. Ngeliat sejarah pembangunan Genting dan berfoto. Lalu balik lagi ke tempat antrian buat turun dan beli tiket. Harga tiket sekali jalan adalah RM6.. lagi-lagi pemandangan sumpek, naudzubillaaaahhh.. lebih parah antrian pulang.. seeeeet dah... panjang bangeeeeettt -_________-


Antrian yang melelahkan itu sudah kami jalani, saatnya turun. Kondisi cable car pada saat mau turun sangat minim cahaya karena tidak tersedia lampu. Jadi kita cuma bisa pasrah mana tau ada sesuatu yang secara ga sengaja keliatan.. plaaaakk.. *digampar pengunjung* asli deh. Auasana hening, gelap, serem, kaya lagi ada uji nyali naikin kereta gantung ditengah hutan. Setelah sampai ketempat pemberhentian bus, ternyata tiket bus menuju KL sudah habis.Oh my, cobaan banget. Mau nginap dimana?? bertanya pada taxi, plak.. Ongkos pulang ke KL dibandrol seharga RM50 per orang. Taxi itu langsung kami blacklist dan ternyata bukan hanya kami yang tidak kebagian tiket pulang ke KL, masih ada yang lain. Sip.. berarti kami masih punya teman luntang lantung, hehe.

So.. terjadilah pergantian dialek bahasa.. demi kelangsungan hidup 4 orang manusia

Kite semue dah penat tau tengah malam tu, tapi kite tepandangkan awok Malay tengah cakap-cakap ngan pak cik yang bawak teksi. Jadi kawan I ni sorong-sorong I suruh tanye ngan diorang tu.. jadi I maju lah tanye ngan abang-abang tu.. Abang ni nak balek kemane? die cakap nak balek Batang Kali.. Kat mane tu bang, jaoh tak? die kate tak jaoh.. bla..bla..bla.. I tanye lengkap-lengkap pasal penginapan, mesjid, halte bas.. semuenye I tanye. Then kite orang sepakat nak tumpang taxi yang abang tu pesan. Cukup bayar RM50 saje untuk 4 orang.. Alhamdulillah.. ALLAH masih sayang ngan kite. Dari pade balek KL kite mesti selok kocek dalam-dalam tauuu.. RM 200.. belom pasti lagi nak tido kat mane. Jdi bise save RM150 untok kami berempat, suke3x..

Pak cik tu anta kami ke Hotel budget Batang kali, kami pon dah penat.. abes bayar deposit ngan room kami pon langsong lepak lah.. Someone beli KFC, kami makan betige sebab seorang lg dah berlayar tidur. But, rase sambal die tak sedap lah.. manes betol.. kalau chicken resepi die OK lah, memang sedap, tapi macam tak best karne sos de manes.. Habes makan kami pun gosok gigi.. siap-siap and then pegi tidoooooo.. selesai cerite hari kedue.. sambong ke cerite selanjutnye e kawan-kawan..

Note: Batang Kali tidak termasuk dalam list liburan kami, bahkan ga pernah terlintas akan namanya waktu lagi liat peta, so, Batang Kali adalah bonus buat liburan ke Malaysia ^_^

*To Be Continued*

4 comments:

Journey Malaysia (Day 1, Batam - JB - KL)

September 02, 2013 Eka Handa 0 Comments

Assalamualaikum wr wb..

Yoyoy Mament.. Jalan-jalannya sih udah lama, tapi baru sempat ngepost tulisannya sekarang, hehe.. Maklum lah lagi labil, jadi moodnya juga up and down.. *payah banget yah*.. ya begitulah pemirsah, lagi kehilangan semangat menulis nih. Tapi kalo ga ditulis juga rasanya sayang banget, mana tau nanti jadi lupa, jadi ane paksain buat nulis.

Rencana perjalanan kami sudah tersiar sejak dua minggu sebelum hari H. Sebenarnya ane ga' punya rencana liburan ke Malaysia. Plan awal ane maunya pergi jalan-jalan ke Vietnam sama temen. Kebetulan ada promo tiket murah, tapi dikarenakan ane ga punya temen cewek dan ga dapat ijin ortu, jadi plannya batal. Karena ga jadi ke Vietnam, Malaysia menjadi option berikutnya. Si Chai yang notabene mengajak kami jalan-jalan ke Malaysia.. kekeh menyarankan kami pergi melancong di hari kedua pasca lebaran Idul Fitri. Sebenarnya ane dan Agus menolak keras rencana Chai yang mau jalan-jalan di hari kedua lebaran Idul Fitri. Tapi setelah berembuk kami akhirnya menyetujui ajakan si dudul.. Akhirnya kami pergi berempat, Agus, Chai, Eka & Yanti.

Sebelum berangkat ane udah cari informasi di internet, untuk penginapan, ongkos tiket ferry PP Batam - Malaysia. Rute perjalanan dan tempat yang akan kami kunjungi disana. Supaya kami ga kebingungan setelah sampe disana. Alarm jam 5.30 membangunkan tidur ane 9 Agustus 2013. Masih dalam keadaan ngantuk jadi tidurnya diterusin lagi sampe 5.37 pagi. Bangun kembali untuk sholat subuh, mandi dan menyiapkan diri untuk berangkat ke pelabuhan.

Dari rumah jam 6.10 sampe pelabuhan 6.35. Rencana kami berangkat adalah jam 7.10 tapi antriannya panjang bangeeeettt. Pasalnya kami berangkat diantara hilir mudik suasana lebaran. Kami kebagian tiket jam 9.30 pagi. Saat tengah mengantri untuk boarding pass kami juga tidak mendapatkan cukup waktu. Alhasil kami ketinggalan kapal.. -______- jadi kami harus tukar jam keberangkatan ferry lagi. Terpaksa kembali berlari ke konter tiket buat nukar tiket, tapi tiket selanjutnya juga udah diborong orang lain.. fufufu.. Akhirnya kami kebagian ferry jam 11.45, tapi kami udah ga' perlu ngatri lagi karena paspor udah di stamp.


Singkat cerita, sampailah kami dipelabuhan setulang laut, Johor Bahru jam 2.40 waktu setempat dan check imigrasi, jam 2.50 kami meninggalkan pelabuhan dan mencari taxi untuk menuju terminal bus Larkin.  Ongkosnya dari pelabuhan ke terminal adalah RM20. Sebenarnya bisa lebih murah lagi sih, asal kita mencari taxi yg berargo, tapi kami ga' punya cukup waktu. Jadi kami memilih taksi yang tersedia disana dan kami juga harus mengejar waktu untuk sampai di KL sebelum hari mulai gelap.

Setelah sampai di terminal, kami langsung jalan kaki menuju konter tiket. Informasi harga tiket bus yang ane dapatkan dari internet adalah RM24, tapi begitu sampe disana ternyata harga tiket busnya RM35. ya gitu deh, ternyata Malaysia sama aja dengan Indonesia, kalo udah menjelang lebaran ato hari besar, harga tiket pada naik. Kami berangkat dari terminal Larkin jam 3.40 menuju stasiun Puduraya, KL.

Menurut cerita, dari terminal Larkin ke stasiun Puduraya menghabiskan waktu sekitar 4 jam perjalanan, tapi kenyataan yang kami alami lebih lama dari perkiraan 5 jam 20 menit sodara-sodara. Ditambah lagi dengan masalah pengisian bensin yang kelamaan, hampir 20 menitan. Akhirnya kami sampai di KL jam 9.20 malam. Masalah penginapan sebelumnya sudah diatur oleh Agus, rencana kami menginap di Pondok Lodge, tapi kami juga ga' tau persis tempatnya dimana. Dengan berbekal peta jalan, kami pun memulai petualangan ditengah gemerlapnya lampu dan suasana hiburan malam Bukit bintang. Kaki kami terus melangkah dan ternyata kami berhasil juga menuju penginapannya.. (suasananya udah mirip kaya' Amazing Race pada saat nyari penginapan). Maklumlah ya, pengalaman pertama kali maen ke luar negeri, rada katrok, hehe.


Sampe di penginapan kita semua ga bisa tidur, karena disitu berisik banget. Ya iyalah, secara disitu tempat orang menikmati malam. Bukit bintang ramenya cuma pas malam hari. Paginya malah sepi tanpa penghuni. Setelah merebahkan badan yang lelah karena seharian di jalan, kami pergi keluar buat cari makan dengan berjalan kaki sambil menikmati hiburan malam di sekitar bukit bintang. Setelah kenyang kami kembali lagi ke penginapan. Tapi mata masih belum ngantuk juga. Jadi kami berempat malah sibuk merhatikan orang-orang yang sedang melakukan aktivitas dari jendela kamar. Kebetulan jendela kamar kami luas banget, jadi kami bebas memperhatikan orang-orang yang ada dibawah.. atau disamping penginapan kami..

Wow, malam ini kami seperti sedang menonton TV dari sebuah layar besar baca jendela. Ada cewek yang lagi mabok joget-joget didepan taksi. Gadis kecil berjualan bunga. Biksu yang duduk ditengah jalan sambil komat kamit. Gay yang berpelukan sepanjang jalan, beeeeeehhhh. Tapi ada satu tontonan yang paling seru dari semua cerita malam itu. Ada seorang cowo bule yang dikeroyok oleh segerombolan orang. Dipukul dan ditendang sampe jatoh, udah jatoh dia bangun lagi trus ditendang lagi. 

Diiiiiihhhhh.. serem dan jahat banget.. Adegan paling mendebarkan adalah pada saat salah seorang dari mereka melayangkan botol ke kepala bule itu. Praaaaaaanggg, pecah deh kacanya di kepala si bule. Darahnya langsung mengucur ke baju. Mereka yang mengeroyok tertawa puas, seolah mereka sudah melakukan sebuah aksi yang hebat. Setelah puas nonton baru kami tidur.. Selesai deh bab jalan-jalan tanggal 9 Agustus 2013.

*To Be Continued*

Postingan selanjutnya, klik dimari ya.

0 comments: