Menikmati Keindahan Bromo Tengger Semeru - Pasir Berbisik - Kawah Gunung Bromo - Bukit Teletubbies - Coban Pelangi - Malang

Desember 21, 2016 Eka Handa 18 Comments


Perjalanan adalah sebuah proses menemukan sesuatu yang tak pernah kau ketahui sebelumnya.

Gunung Batok - TNBTS

Sabtu, 10 Desember 2016, gue melakukan perjalanan bersama empat orang sahabat dari Batam, nantinya kami akan bertemu dengan seseorang yang sedang menunggu kedatangan kami di Malang. Begitu sampai di Juanda Airport, kami langsung nyari kendaraan untuk menuju terminal Bungurasih/Purabaya. Fyi guys, begitu sampai kalian pasti ditawarin calo untuk naik kendaraan mereka, kalo ditawarin lebih dari 100rb jangan mau ya. Seandainya kalian ber 4, pilih naik taksi aja, bisa pesan dari dalam bandara harganya 70rb, kalau ber 5 bisa pesan avanza seharga 100rb.

Perjalanan dari Bandara ke terminal Bungurasih sekitar setengah jam. Harga tiket bus adalah 25rb per orang, begitu bus datang, kita bisa langsung naik, pembayaran akan dilakukan dalam perjalanan. Setelah mengisi perut, kami langsung mencari bus tujuan Arjosari - Malang. Sebelum keberangkatan gue udah mesen jeep buat explore kawasan Bromo, paket tournya dimulai dari jam 1 pagi dan berakhir siang hari. Sayangnya dari kami berlima, yang dapat tempat duduk itu cuma satu orang, nyahahaha. Dikarenakan temen gue ada yang sakit, doi yang duduk dikursi, sementara 2 orang temen cowok gue duduk di tangga bus. Trus gue dimana sama temen cewek gue yang satunya lagi? eaaak.. kita duduk di atas tas yang kami letakkan di lantai bus.

Jeng jeeeeng, dalam perjalanan semua lancar seperti rencana, sampai beberapa kilometer kedepan terjadi kecelakaan yang bikin lalu lintas jadi macet. Bus jadi merayap perlahan, sementara jarum jam terus berjalan, tapi titik lokasi bus yang gue perhatikan dari layar hape geraknya lama banget, sampai sampai supir bus harus mencari jalan potong untuk menghindari macet. Jeng jeng, ada kecelakaan lagi guys, artinya perjalanan bus yang kami tumpangi akan lebih lama sampainya. Gue udah mulai ngerasa ga enak hati sama driver yang udah setia nungguin dari jam 12 malam, pasalnya perjalanan yang harusnya cuma memakan waktu 2 jam jadi terhambat karena macet. Berkali kali gue chat sang driver dan ngirim peta lokasi via whatsapp biar dia tau dimana posisi gue.

Mata yang tadinya masih seger, akhirnya harus mengalah karena seharusnya manusia normal sudah tidur di jam segitu. Finally gue mengatur posisi yang lebih nyaman untuk meluruskan kaki, eh eh eh, bukan cuma ngelurusin kaki, tapi gue sempat tertidur beberapa saat, di atas lantai bus sodara sodara!! hmmm.. Ternyata tidur di atas lantai bus, sama nyamannya dengan tidur di atas kasur empuk kalau udah kepepet. Semua terasa nyaman, hehe.

Saat itu kami start dari Bungurasih jam 9.50 malam, sampainya di terminal Arjosari jam 3.00 pagi, Oh my.. Oh my..
Bersama journaleka.com & zackamega.com
Terminal Bungurasih/Purabaya
Mamam soto

Oke fine, sampailah kami di Malang. Mas Vinsa sudah siap bersama Joko yang tak lain adalah sahabat kami. Menurut jadwal, seharusnya kami menuju penanjakan 1 Bromo, tapi dikarenakan jam 3 kami baru mulai dan ga bakalan sempat melihat sunrise di penanjakan 1, maka jeep kami langsung menuju kawasan pasir berbisik. Jeep yang kami sewa seharga 1.250.000rb, dijemput dari terminal Arjosari Malang. Rutenya dari Malang - Penanjakan 1 - Pasir Berbisik - Kawah Gunung Bromo - Bukit Teletubbies - Coban Pelangi - Malang, jika tanpa pergi ke coban (air terjun) harga paketnya Rp. 1.200.000rb. Buat yang pengen explore seperti gue, bisa menghubungi no ini 085334124390 dengan mas Vinsa

Jalan menuju Bromo via Malang terlihat sempit, tidak ada penerangan jalan selain dari kendaraan yang kita tumpangi, suasana terlihat gelap gulita. Sesekali kita melewati jalan yang curam dan terjal. Terkadang kami juga berpapasan dengan rombongan yang bersepeda motor, ada juga motor yang terpaksa berhenti di jalan dikarenakan cuaca malam itu gerimis dan jalan sedikit licin. Berbeda dengan perjalanan kami yang sangat mulus karena disini memang diperlukan kendaraan yang mumpuni untuk menuju Kawasan Bromo. Saat hampir sampai di lautan pasir, terlihat beberapa kendaraan pick up yang ban mobilnya terbenam air hujan, kalau sudah begitu, rasanya kasihan banget, hiks.

Berpose diatas Jeep
Pasir Berbisik - Bromo Tengger Semeru

Tepat jam 5 pagi, kami sampai di lautan pasir kehitaman. Udara terasa lebih dingin karena masih pagi. Saat turun dari jeep, hawa dingin terasa menusuk kulit. Tak lama berselang akhirnya gue melepas jaket dan sarung tangan yang baru beberapa menit yang lalu gue pasang. Sunrise bersembunyi dibalik awan tebal, kabut menyelimuti lautan pasir yang masih terlihat padat karena udara yang lembab. Satu jam berlalu, kami langsung pindah ke lokasi berikutnya yaitu kawah Bromo. Untuk menuju kawah Bromo, ada dua pilihan, yaitu dengan berjalan kaki atau mengendarai kuda. Selanjutnya kita akan menaiki sekitar 250 anak tangga untuk menuju Kawah Gunung Bromo.

Dibutuhkan waktu sekitar setengah jam untuk mencapai kawah Bromo, karena tangga terlihat penuh sesak oleh para pengunjung. Dan gue juga ga betah untuk berdiri terlalu lama ngeliat kawah gunung karena bibir kawah terasa bergetar saat ada yang sedikit menghentakkan kaki di atas. Selesai berfoto, gue langsung turun dan jam 8 pagi gue udah sampai lagi di bawah, lalu mencari jeep yang sudah kami sewa. Sekitar setengah jam kemudian, Asad, Eka Dewi, Zack, Rian dan Joko datang, kemudian kami melanjutkan perjalanan ke Bukit Teletubbies Bromo.

Kawah Gunung Bromo bersama Rian & Eka Dewi

Jam 9 pagi kami sudah sampai di kawasan Bukit Teletubbies. Rintik hujan mulai turun perlahan, awan juga masih setia menyelimuti bukit yang tampak berbaris. Dari sekian tempat yang kami datangi, spot ini yang paling gue suka dan bikin betah berlama lama di sini. pemandangan terasa kontras dengan lautan pasir yang terlihat gersang. Perjalanan pun kami lanjutkan untuk menuju Coban Pelangi. Ditengah perjalanan gue ga hentinya ngomong dengan nada kagum, ya Allah bagus bangeeeettttt , sambil nanya ke mas Vinsa, itu apa mas? lalu mas Vinsa menjawab, itu Desa Ngadas mba. Muahahahaha, rada norak sih gue saat ngeliat perkebunan yang tersusun rapi diantara perbukitan. Soalnya ditempat gue ga ada pemandangan yang begini.

Complete team dari Batam, Zack, Eka Dewi, Asad, Me & Rian
Ala ala Bidadari turun dari khayangan, LOL


Jam 10.45, kami sudah sampai di Coban Pelangi, dan membayar tiket masuk seharga 8rb per orang. Untuk menuju Coban pelangi, kita harus berjalan kaki sekitar 2kilo, tapi kalian ga perlu takut kelaparan guys, karena disepanjang perjalanan terdapat beberapa warung yang menyediakan minuman, gorengan, dan makanan ringan. Harganya murah meriah, sama dengan harga makanan yang dijual di tempat lain walaupun tempat jualannya terdapat di atas dan bawah bukit. Kalau di Batam mah, harga jual di tempat wisata, apalagi dengan kondisi tempat jualan yang turun naik bukit, harganya pasti mahal. Dan asiknya belanja air di sini, ga perlu pake kulkas, airnya udah dingin dari sononya, segeeeeerr. 

Coban Pelangi

Jam 11.15 kami sudah sampai di Coban Pelangi, selesai menikmati suasana coban dan berfoto, kami naik kembali ke atas dengan perlahan tapi pasti. Lalu melanjutkan perjalanan menuju Malang, tour berakhir jam 1.30 siang. Berikut tips buat kalian yang pengen main ke Bromo:

  • *Sewalah jeep, karena kalian bisa puas mengambil foto dan bebas berekspresi seperti yang gue  lakukan, kalian bisa take video dari rooftop jeep dengan pemandangan 360 derajat.

  • *Bawa kacamata, karena saat menaiki dan berdiri di atas kawah, akan ada sesuatu yang  berterbangan dan menempel di kulit kalian, terkadang masuk ke mata.

  • *Kalau kalian menyewa kendaraan, ingatlah tempat dimana kalian parkir, foto sekalian bentuk    kendaraan beserta platnya biar kalian ga tersesat mencari, karena di area parkir terdapat banyak  sekali kendaraan serupa.

  • *Bawa jaket kalau kalian ga tahan sama cuaca dingin.

Ow ia, mas Vinsa orangnya asik guys, kalau kalian suka perjalanan yang extreme, tinggal bilang aja, suruh lajuin kendaraannya, kalau rombongan kalian sukanya yang rada smooth, tinggal bilang juga, semua bisa diatur, semoga bermanfaat. Wassalam.

Gunung sekarang udah kayak pasar, klo malam kayak pasar malam, klo pagi ya kayak pasar pagi,. hehe, yang kayak neon kuning itu tempat parkir jeep, buanyak banget jeepnya.


18 komentar:

  1. Bromo emang keren! Udah bolak-balik kesana dan gak pernah bosan. Foto-fotonya keren banget, Eka!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih mba Dee, ia nih, Bromo keceh banget, betah deh lama lama disana.

      Hapus
  2. Duh seru kali lah perjalanan kali ini bisa menikmati keindahan alam yang tiada tara bersama kalian sahabat sahabat terbaik

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha.. I feel that also ^-^. Bersyukur banget sama ALLAH aku bisa ketemu ama kalian trus bisa jalan bareng, banyak kenangannya.

      Hapus
  3. Keren yahh . adu belum kesampaian untuk kesana.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sampein kesana Roy, aseli indah dan ga bikin bosen, hehe..

      Hapus
  4. Keren.
    Klo bawa 2 anak balita aman tak ya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aman banget Pak, Banyak juga Yang bawa balita, nenek nenek juga banyak yg main kesana, cocok buat wisata keluarga.

      Hapus
    2. Bantu jawab ya.. Aman pak. Asal ortunya udah mempersiapkan segala sesuatu buat kenyamanan anaknya. Seperti baju hangat, dll. Dua anakku kuajak ke Bromo waktu umurnya masih di bawah 1 tahun.. :)

      Hapus
    3. Makasih mba Dian udah bantu jawab ^-^

      Hapus
  5. astagaaa peminat gunung tambah banyak ajah.. soalnya bromo cakep sih ya....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehe, ya gitu deh kak, aksesnya juga mudah, jadi banyak yang datang.

      Hapus
  6. Balasan
    1. Ga ngeliat pula suhunya berapa, tapi ga terlalu dingin bang.

      Hapus
  7. Bromo emang tujuan wisata kelas dunia. Ruaar biasa. Tetap pengen ke sana lagi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Walaupun udah pernah pergi, tetep pengen pergi kesana lagi ya teh. Suasananya yang adem itu bikin betah, pemandangannya juga super duper keceh.

      Hapus
  8. Balasan
    1. kangen ya? sama.. aku juga kangen.

      Hapus