Taman Nasional Baluran - Africa Van Java

Januari 11, 2017 Eka Handa 4 Comments

Setelah 10 jam berada didalam bus, dari duduk yang teratur sampai selonjoran dan rebahan sambil tidur ayam diantara tempat duduk dalam bus, akhirnya kamipun sampai di Banyuwangi jam 3.10 pagi. Sebelumnya kami sudah memesan sebuah mobil untuk mengexplore kawasan Banyuwangi. Biaya sewa mobil selama 24 jam di Banyuwangi adalah 400rb sudah dengan supir, jadi kita tinggal bilang, mau diantar kemana. Jika terlambat dari waktu yang ditentukan, kita diharuskan membayar sebesar 50rb per jam. Jangan lupa bayarin makan drivernya juga yah, hehe.

Plan awal kami sampai di Banyuwangi adalah jam 12 malam, dikarenakan terlambat 3 jam, kami mengurungkan niat pergi ke Kawah Ijen alias diundur satu hari. Akhirnya kami memutuskan untuk mengunjungi Taman Nasional Baluran yang terkenal dengan julukan Afrikanya Indonesia. Secara administratif, Taman Nasional Baluran termasuk dalam wilayah Situbondo, tapi jaraknya lebih dekat dari Banyuwangi. Jam 6 pagi kami sudah sampai di depan pintu gerbang TNB, sayangnya belum bisa masuk karena gerbangnya masih tutup, hehe.. Jadi kami pergi mencari sarapan dulu biar kuat menghadapi kenyataan untuk melanjutkan perjalanan panjang. Sepanjang perjalanan dari Malang sampai ke Banyuwangi, yang bisa gue makan cuma soto, soto dan soto, itu juga kadang dibagi dua. 

Selesai sarapan, kami pergi lagi ke TNB. Alhamdulillah yah, pintu gerbangnya udah dibuka. Harga tiket masuk Taman Nasional Baluran seharga 15rb per orang. Kita harus menempuh perjalanan 12km untuk mencapai Savana Bekol. Jalanan masuk ke dalam padang savana cukup jauh dan memakan waktu sekitar satu jam lebih, dikarenakan kondisi jalan terlihat buruk dan kadang berbatu. Sepanjang perjalanan kita akan disambut pemandangan hutan musim yang lebat kurang lebih 5 km. Pada musim kemarau hutan ini selalu kering, warna daun akan terlihat kecoklatan dan rawan kebakaran. Dikarenakan gue berkunjung di bulan Desember, otomatis suasana yang kami lihat adalah pemandangan yang hijau.

Pohon kering di Baluran
Sesi pemotretan selebgram

Taman Nasional Baluran luasnya 25 ribu hektare. Mempunyai beberapa jenis hutan, satwa, dan tumbuhan. Ekosistem hutannya terdiri dari tipe vegetasi savana, hutan mangrove, hutan musim, hutan pantai, hutan pegunungan bawah, hutan rawa dan hutan yang selalu hijau sepanjang tahun. Sekitar 40% diantaranya merupakan vegetasi savana. Tumbuhan di Taman Nasional Baluran ada 444 jenis yang masuk dalam 100 famili. Keseluruhan tumbuhan yang ada termasuk kedalam 24 jenis tumbuhan langka, 265 tumbuhan herbal, dan 37 jenis mangrove yang tumbuh secara alami. Selain tumbuhan, terdapat 26 jenis mamalia juga disini, diantaranya banteng, kerbau, kijang, rusa, macan tutul, dan kucing bakau. Sebanyak 155 burung juga menggantungkan hidup di hutan ini.

Daya tarik Taman Nasional Baluran selain Savana Bekol adalah Pantai Bama, hutan mangrove yang memesona dan menara pantau. Setelah menempuh perjalanan yang kurang nyaman di dalam mobil, kami melihat sebatang pohon kokoh jomblo yang daunnya udah pada rontok dan memutuskan berhenti sejenak untuk berfoto. Dari dalam mobil kami sudah diingatkan sama driver untuk hati-hati, karena padang rumput yang luas menjadi tempat untuk para ular berkeliaran dan membuat sarang. So, perhatikan langkah kalian guys, jangan sampai liburan bikin kamu jadi kenapa-kenapa karena kurang hati-hati. Kami melanjutkan perjalanan kembali untuk mengitari taman luas yang menjadi tempat hidup ratusan binatang, dalam perjalanan kami melihat ayam hutan, rusa, kerbau, gajah, burung hutan, dan banteng. Setelah melewati Savana Bekol, kami menuju Pantai Bama yang jaraknya sekitar 3km lagi.


In frame www.zackamega.com dengan tengkorak kepala Banteng
In Frame, www.livejournalofasad.com bergaya diatas jeep 

Sayangnya pas gue kesana cuaca lagi mendung, gelap, jadinya cuma main ayunan disekitaran pantai. Waktu yang mepet juga jadi alasan klasik sampai ga sempat main ke area hutan mangrove. Untungnya walau cuaca mendung, gue sempat naik ke atas menara pantau. Dari atas kita bisa melihat pemandangan Taman Nasional Baluran 360 derajat, Savana bekol terlihat begitu luas dan kita bisa melihat Gunung Baluran dari atas menara. Untuk menaiki menara pantau, kita harus berjalan menaiki bukit kecil yang sudah tertata seperti tangga. Disarankan untuk berhati hati ya, namanya juga menara, anak tangganya kecil kecil.

Setelah puas menikmati permandangan dan hari mulai panas, kami sudahi kunjungan singkat di Taman Nasional Baluran. Next mau pergi lagi ga yaaaa? semoga ada umur panjang biar bisa menikmati sensasi afrika yang sesungguhnya, dengan padang rumput menguning dan tanah yang gersang. Singkat cerita, mobil kami melaju ke suatu tempat. Kemana yaaaa??

Abaikan muka bantal yang ga tidur dan belum mandi, haha






4 komentar:

  1. semoba bisa balik ke sana lagi ya mbak~~~

    BalasHapus
  2. Kayak di afrika ya! Padahal, saya gak pernah ke Afrika bagian tengah :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tapi pasti udah pernah liat di tipi ya bang, hehe..

      Hapus